Fakultas Teknik USU Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat Di Langkat

10 hours ago 4

MEDAN (Waspada.id): Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kemitraan Fakultas Tahun 2025 di Kabupaten Langkat dengan fokus pada rancang bangun tungku non asap untuk mendukung peningkatan produksi Air Minum yang Dimasak (AMD) pada UMKM Beringin Water, Kecamatan Hinai.

Hal ini dikatakan Andianto Pintoro, S.T., M.T dengan anggota tim Reisya Ichwani, S.Si., M.Sc., Ph.D, Ade Irwan, S.T., M.T. dan Fadly Ahmad Kurniawan Nasution, S.T., M.T kepada wartawan di Medan, dan katerangannya diterima Sabtu (3/1).

Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Teknik USU dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat guna, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Program PKM ini diketuai Andianto Pintoro, S.T., M.T dengan anggota tim Reisya Ichwani, S.Si., M.Sc., Ph.D, Ade Irwan, S.T., M.T. dan Fadly Ahmad Kurniawan Nasution, S.T., M.T kepada wartawan di Medan,

UMKM Beringin Water berlokasi di Jalan Bahagia, Pasar V B, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, dengan jarak sekitar 55–57 kilometer dari Kampus Universitas Sumatera Utara. UMKM ini bergerak di bidang penyediaan air minum isi ulang dan memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan depot air minum lainnya, yakni menggunakan air yang dimasak hingga mendidih dengan bahan bakar kayu sebelum didistribusikan kepada konsumen.

Pemilik UMKM Beringin Water, Muhammad Syarif Hidayat, memanfaatkan kebiasaan masyarakat sekitar yang masih mempercayai bahwa air minum yang aman adalah air yang telah dimasak. Paradigma tersebut menjadi peluang usaha sekaligus tantangan tersendiri dalam hal efisiensi produksi dan pengendalian dampak lingkungan.

Selama ini, proses produksi AMD di UMKM Beringin Water masih menggunakan tungku kayu bakar konvensional dengan konstruksi sederhana dari batu bata dan tanah. Kondisi ini menyebabkan proses pembakaran berjalan tidak optimal, transfer panas kurang efisien, waktu pendidihan air relatif lama, serta menghasilkan asap pembakaran yang cukup tinggi dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

Selain itu, desain tungku konvensional juga menyulitkan proses pembersihan sisa pembakaran berupa abu, sehingga berdampak pada kenyamanan kerja dan keberlanjutan proses produksi. Asap hasil pembakaran kayu yang dilepas langsung ke udara juga mengandung senyawa karbon monoksida dan karbon dioksida yang berpotensi menjadi sumber polusi udara.

Melihat permasalahan tersebut, tim pengabdian Fakultas Teknik USU menawarkan solusi berupa rancang bangun tungku non asap yang didesain khusus untuk meningkatkan efisiensi pembakaran kayu bakar sekaligus meminimalkan emisi asap ke lingkungan. Tungku ini dirancang dengan sistem ventilasi udara yang lebih baik untuk mendukung pembakaran sempurna, serta dilengkapi cerobong dan kondensor untuk menangkap asap hasil pembakaran.

Asap yang ditangkap kemudian dikondensasikan menjadi asap cair, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dan memiliki nilai ekonomi tambahan. Dengan konsep ini, tungku non asap tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi AMD, tetapi juga mendukung penerapan ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.

Ketua tim pengusul, Andianto, menjelaskan bahwa desain tungku non asap ini tetap mempertahankan keunggulan AMD yang dimasak menggunakan kayu bakar, yakni aroma khas yang menjadi ciri air minum tersebut. “Kami berupaya menghadirkan solusi teknologi yang tetap menjaga karakteristik produk AMD, namun dengan proses produksi yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Rancang bangun tungku non asap untuk mendukung peningkatan produksi Air Minum yang Dimasak (AMD) pada UMKM Beringin Water, Kecamatan Hinai. Waspada.id/ist

Bertahap Dan Sistematis

Pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan secara bertahap dan sistematis, dimulai dari survei awal lokasi pengabdian, diskusi intensif dengan mitra UMKM, perumusan desain tungku yang disesuaikan dengan kondisi eksisting lokasi, hingga proses pembangunan konstruksi tungku non asap. Tim pengabdian juga melibatkan tenaga tukang lokal dalam proses pembangunan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar.

Setelah pembangunan selesai, dilakukan uji coba pembakaran dan produksi AMD menggunakan tungku non asap. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan waktu pendidihan, efisiensi penggunaan bahan bakar, serta volume produksi AMD antara tungku konvensional dan tungku non asap. Selain itu, tim juga menguji potensi produksi asap cair sebagai produk samping dari proses pembakaran.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan kapasitas dan efisiensi produksi AMD, pengurangan emisi asap ke lingkungan, peningkatan pendapatan UMKM Beringin Water, serta transfer pengetahuan dan teknologi kepada mitra. Program ini juga diharapkan mampu membuka peluang pengembangan usaha yang lebih luas bagi UMKM.

Secara lebih luas, kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 12, yaitu menjamin pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan. Fakultas Teknik USU berharap hasil pengabdian ini dapat menjadi model penerapan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi pada UMKM serupa di wilayah lain.

Sebagai luaran, kegiatan PKM ini menargetkan publikasi berupa artikel jurnal nasional ber-ISSN, video dokumentasi kegiatan, serta pemberitaan di media massa cetak dan online, sebagai bagian dari diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat. (id06/rel)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |