Efisiensi APBN: Jurus Pemerintah Jaga Defisit 3% Saat Dunia Bergejolak

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Defisit anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN terancam melebar jika perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran berlangsung lama. Pasalnya perang akan membuat harga minyak mentah dunia bisa bertahan di atas US$100 per barel dalam waktu lama.

Jika demikian, subsidi yang dikucurkan oleh pemerintah seperti bahan bakar juga akan semakin tinggi. Pemerintah pun berupaya mencari cara untuk mengatasi risiko ini.

Maka dari itu, pemerintah telah menyiapkan jurus untuk mengatasi ancaman defisit APBN yang semakin melebar tersebut. Caranya adalah dengan efisiensi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa perintah Presiden Prabowo Subianto adalah tetap menjaga defisit APBN di angka 3%.

Dengan demikian, pemerintah perlu melakukan disiplin fiskal dan cara konkrit, termasuk dengan melakukan efisiensi anggaran Kementerian/Lembaga (K/L).

"Bapak Presiden kita menjaga defisit di 3 persen dan tadi ada rapat koordinasi khusus untuk menyikapi ataupun tindak lanjut daripada sidang paripurna kemarin. Tadi K/L besar untuk menghitung berapa yang bisa diefisienkan," ujar Airlangga saat media gathering d kantor Menko Perekonomian, Jakarta pada Senin (16/3/2026).

Airlangga mengungkapkan bahwa anggaran yang akan dilakukan efisiensi itu bisa macam-macam. Bisa dari belanja jasa, belanja perjalanan dinas, belanja aparatur, belanja peralatan.

Setelah dihitung nantinya akan dilaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto untuk kemudian diputuskan angka final untuk efisiensi.

"Jadi mungkin itu saja yang kita persiapkan sampai saat sekarang. Nanti sesudah datanya diselesaikan dan sudah dilaporkan ke Bapak Presiden, nanti baru kita umumkan lagi kepada teman-teman," imbuhnya.

Meskipun akan ada efisiensi anggaran K/L, namun Airlangga menegaskan bahwa program unggulan pemerintah tidak menjadi sasaran efisiensi anggaran.

"Di anggaran program unggulan tidak dipotong. Terima kasih," tegas Airlangga.

(ras/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |