Duit di Rekening Bisa Ludes! Awas Modus Penipuan Pig Butchering

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti modus penipuan investasi bodong jangka panjang, pig butchering scam. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen (PEPK) di OJK Dicky Kartikoyono meminta agar masyarakat lebih berhati-hati.

Menurutnya, modus penipuan ini memang menggunakan strategi unik dalam menjebak korbannya. Korban dibuat terbuai terlebih dahulu sebelum dikuras isi rekeningnya.

"Pig butchering scam, ini memang sesuai namanya ya. Kita tuh dininabokan dulu, dibikin senang dulu, diberikan banyak kemudahan, tapi sebenarnya semuanya too good to be true. Namanya butchering, akhirnya kita dikorbankan," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (7/7/2026).

Dicky meminta, agar masyarakat selalu menerapkan prinsip dalam berinvestasi. Prinsip pertama harus selalu digenggam ada dua hal, yaitu mengacu pada aspek legal dan logis.

Dalam hal berinvestasi, kata Dicky, harus melalui platform atau perusahaan yang resmi.

"Cari yang legal, tadi yang ilegal-ilegal kita tentunya akan hindari dan kami tentunya di OJK saat ini sedang berusaha mengembangkan sebuah aplikasi yang bisa membantu identifikasi mana yang legal, mana yang ilegal. Ini sebuah upaya yang tentunya menggunakan teknologi," jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, masyarakat harus mengukur keuntungan investasi secara logis.

"Kalau ada sebuah layanan investasi yang menawarkan return yang tinggi, katakan too good to be true, semuanya kok kondisi suku bunga yang risk free saja sekitar 7% dia menawarkan jauh lebih tinggi, tentunya kita harus waspada," ucapnya.

Dicky menyebut, dalam memandang modus penipuan pig butchering ini sebenarnya dapat terlihat dari skema yang ditawarkan. Agar tidak mudah tertipu, penarikan keuntungan harus selalu dilakukan.

"Ketika masih kecil, ini tentunya harus dicoba. Ini bisa ditarik apa nggak? Karena kadang-kadang pig butchering scam ini adalah ketika dananya sudah menumpuk, ternyata nggak bisa ditarik dananya," sebutnya.

"Karena misalnya platformnya tidak bisa diakses atau kemudian berbagai upaya kita kontak kepada perusahaannya itu mereka menghindar. Ini yang tentunya pola yang harus kita waspadai sejak awal ketika melakukan investasi," lanjutnya.

Dicky menambahkan OJK meminta agar masyarakat tidak mudah percaya kepada penawaran-penawaran dari orang yang tidak dikenal, bahkan di sosial media, atau pihak-pihak yang mungkin berusaha memberikan janji-janji.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |