Jakarta, CNBC Indonesia - Saat mengelola kolesterol tinggi, fokus kita sering kali tertuju pada piring makanan seperti memastikan asupan serat yang cukup atau memilih ikan dibandingkan protein tinggi lemak jenuh. Namun, tahukah Anda bahwa apa yang Anda minum setelah makan malam juga memiliki dampak besar bagi kesehatan?
Kebiasaan minum minuman yang mengandung gula, alkohol, atau lemak jenuh setelah makan malam tanpa disadari dapat memperburuk kondisi kolesterol Anda. Sebagai solusinya, para ahli gizi merekomendasikan satu minuman terbaik untuk menutup hari yakni teh hijau tanpa kafein dan tanpa pemanis.
Mengutip Eating Well, teh hijau jenis ini menjadi pilihan ideal karena memberikan kehangatan dan kenyamanan setelah makan malam tanpa membawa risiko tambahan dari gula atau alkohol. Lebih dari sekadar minuman penenang, teh hijau kaya akan senyawa tumbuhan alami yang dinilai dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) secara bertahap jika dikonsumsi secara rutin.
Perlu diingat bahwa segelas teh hijau tidak serta-merta dapat menggantikan peran obat penurun kolesterol dari dokter ataupun pola makan sehat ramah jantung yang utama. Kendati demikian, beralih ke teh hijau tanpa kafein adalah langkah alternatif yang sangat bermanfaat terutama jika kebiasaan Anda sebelumnya adalah menyesap anggur (wine), koktail, atau minuman manis lainnya di malam hari.
Memilih teh hijau tanpa pemanis setelah makan malam bisa menjadi bagian dari rutinitas harian yang sederhana namun efektif dalam menjaga kesehatan jantung Anda
Cara Teh Hijau Mengatasi Kolesterol Tinggi
Rahasia utama di balik efektivitas teh hijau ini terletak pada kandungan katekin yang melimpah di dalamnya. Teh hijau kaya akan senyawa katekin, termasuk salah satu yang paling kuat yaitu epigallocatechin gallate (EGCG).
Senyawa ini bekerja aktif mendukung metabolisme kolesterol dengan cara membatasi jumlah kolesterol yang diserap oleh tubuh dari makanan.
"Teh hijau mengandung senyawa tumbuhan yang disebut katekin dan polifenol, yang bertindak sebagai antioksidan dan memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu melindungi jantung dan pembuluh darah," kata ahli gizi terdaftar, Serena Pratt.
Selain menghambat penyerapan, katekin juga berperan penting dalam melindungi kolesterol LDL (kolesterol jahat) dari proses oksidasi. Oksidasi LDL adalah salah satu pemicu utama terjadinya penumpukan plak di dinding pembuluh darah (arteri) yang dapat memicu penyakit jantung.
Lebih lanjut, Pratt menjelaskan bahwa katekin berperan dalam cara tubuh menyerap dan membersihkan kolesterol dari sistem tubuh. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak salah kaprah mengenai cara kerjanya.
"Teh hijau tidak akan 'mendetoksifikasi' kolesterol secara instan, tetapi kandungan katekinnya dapat mendukung metabolisme kolesterol dari waktu ke waktu sebagai bagian dari gaya hidup sehat jantung," tambahnya.
Dengan konsumsi yang rutin dan tanpa pemanis tambahan, teh hijau dapat menjadi investasi sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda dalam jangka panjang.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

4 hours ago
3

















































