Ukuran Font
Kecil Besar
14px
KUALASIMPANG (Waspada.id): Sejak hari pertama Ramadhan, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Marzuki Ali Basyah MM mengunjungi lokasi-lokasi terdampak banjir besar di Aceh. Setelah sebelumnya berada di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara, hari ini ia melanjutkan peninjauan ke Kabupaten Aceh Tamiang.
Kapolda Marzuki menampik jika kunjungannya disebut sebagai safari Ramadhan. Ia menegaskan bahwa kehadirannya semata-mata untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang menjadi korban banjir di bulan suci ini. “Saya ingin melihat bagaimana kondisi masyarakat korban banjir di bulan Ramadhan ini,” kata Irjen Marzuki, Jumat (20/02/2026).
Menurutnya, masyarakat Aceh menunjukkan semangat dan keimanan yang luar biasa. “Walau mendapat cobaan dengan musibah banjir besar, namun hal tersebut tidak mengurangi kadar keimanan mereka dalam melaksanakan ibadah puasa,” ujarnya.

Kapolda Marzuki juga menyaksikan langsung bagaimana masyarakat tetap menjalankan ibadah puasa di tengah berbagai keterbatasan. Banyak di antara mereka yang rumahnya rusak, tinggal di tempat seadanya, serta menghadapi akses jalan yang rusak dan jembatan yang putus. Meski demikian, ibadah puasa tetap menjadi prioritas utama bagi masyarakat. “Mereka tempat tinggalnya rusak dan ada yang tinggal seadanya, sarana jalan rusak, jembatan juga putus, namun ibadah puasa tetap nomor satu,” katanya.
Di Aceh Tamiang, Kapolda Aceh turut meninjau secara langsung progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Polri yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana alam. Huntap tersebut berlokasi di Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi oleh Karolog Polda Aceh Kombes Pol Didi Wahyudi SIK MM, Direskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Wahyudi SIK MH, Dansat Brimob Polda Aceh Kombes Pol Zuhdi Batubara SIK, serta Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi SH MH.
Kapolda menginginkan pembangunan Huntap Polri ini segera diselesaikan agar masyarakat korban banjir dapat segera menempatinya dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih layak. Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, progres pekerjaan pematangan lahan melalui kegiatan cut and fill serta penimbunan menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Pekerjaan pematangan lahan telah mencapai sekitar 3,7 hektare atau sebesar 56,5%. Selain itu, pembangunan hunian tetap sebanyak 150 unit rumah juga menunjukkan progres yang positif. Secara keseluruhan, pembangunan hunian tetap ini ditargetkan selesai pada bulan Mei 2026.
Pembangunan hunian tetap tersebut terbagi dalam tiga seksi, yaitu Seksi A tipe precast sebanyak 50 unit dengan progres mencapai 32,5%, Seksi B tipe RUSPIN sebanyak 50 unit dengan progres 28%, serta Seksi C tipe rumah kayu sebanyak 50 unit dengan progres 21%. Progres ini diharapkan terus meningkat agar target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.
Pada hari pertama Ramadhan, Kapolda Marzuki juga mengunjungi lokasi pembangunan Jembatan Bailey di Desa Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Kamis (19/02/2026). Selanjutnya, ia melanjutkan peninjauan pembangunan dua jembatan Bailey yang ditangani pihak kepolisian di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (20/02/2026).

Saat memantau pembangunan kedua jembatan penghubung tersebut, Kapolda bersama rombongan bahkan menyeberangi sungai untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Kedua jembatan Bailey ini nantinya akan menghubungkan empat gampong di wilayah tersebut, sehingga akses transportasi masyarakat dapat kembali normal.
Selain itu, Kapolda Marzuki juga meninjau jembatan kayu yang dibangun oleh tim Polres Lhokseumawe di Gampong Riseh Tunong. Jembatan tersebut menjadi satu-satunya akses sementara yang berhasil dibangun menggunakan balok kayu dan sisa material pascabanjir bandang untuk menghubungkan akses antar desa di Kecamatan Sawang.
Kapolda Marzuki menginstruksikan seluruh jajaran Polda Aceh dan Polres di wilayah Aceh untuk bekerja maksimal membantu masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh personel kepolisian memiliki tanggung jawab untuk hadir dan membantu masyarakat, baik di wilayah yang terdampak langsung maupun tidak terdampak banjir. “Baik Polres yang terkena musibah maupun yang tidak terdampak banjir, semua wajib membantu dan melayani masyarakat,” tegasnya.(red)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.





















































