Jakarta, CNBC Indonesia — Pemerintah Korea Selatan telah memberlakukan perdagangan mata uang won terhadap dolar Amerika Serikat (AS) selama 24 jam pada hari kerja mulai hari ini, Senin (6/7/2026). Langkah ini dilakukan menuju liberalisasi pasar keuangan sekaligus meningkatkan akses investor global terhadap aset-aset Korea Selatan.
Sebelumnya, pasar valuta asing Korea Selatan hanya beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 02.00 waktu setempat atau sekitar 17 jam per hari.
Mengutip Wall Street Journal, kebijakan tersebut dilakukan karena mata uang won melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa bulan terakhir.
Keputusan tersebut merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan akses ke pasar Korea, khususnya bagi investor luar negeri.
Selain itu, hal ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperoleh status pasar negara maju dari penyedia indeks global MSCI.
Sebagai informasi, mata uang Won melemah terhadap dolar dalam beberapa bulan terakhir karena para investor asing sedang melakukan penyeimbangan terhadap portofolio mereka. Para analis menyebut, para investor asing cenderung melepas saham-saham Korea Selatan menyusul lonjakan tajam pasar saham domestik tahun ini.
Arus modal asing yang keluar dari bursa Korea Selatan memberikan tekanan pada mata uang negara tersebut.
Ahli strategi valuta asing OCBC, Sim Moh Siong dan Christopher Wong mengatakan bahwa penurunan nilai won tampaknya lebih didorong oleh arus portofolio daripada fundamental perdagangan.
"Penjualan aset berdenominasi won yang terus berlanjut oleh investor asing serta penguatan dolar AS yang lebih luas," mengutip WSJ, Senin (6/7/2026).
Won diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan kecuali jika investor asing memperlambat penjualan saham lokal, dolar AS kehilangan momentum, atau imbal hasil obligasi Treasury AS turun secara lebih signifikan.
Pada hari pertama penerapan perdagangan 24 jam, won kembali melanjutkan tren pelemahan. Berdasarkan data LSEG, dolar AS dibuka pada level 1.527,41 won sebelum menguat menjadi 1.534,15 won. Posisi tersebut naik sekitar 0,3% dibandingkan penutupan perdagangan New York pada Jumat yang berada di level 1.529,01 won per dolar AS.
Secara keseluruhan, nilai tukar won telah terdepresiasi sekitar 6% terhadap dolar AS sepanjang tahun ini.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

7 hours ago
8

















































