Ukuran Font
Kecil Besar
14px
JAKARTA (Waspada.id): De Heus Animal Nutrition resmi menyelesaikan proses akuisisi CJ Feed & Care dari CJ CheilJedang. Langkah strategis ini menjadi tonggak penting dalam ekspansi De Heus di kawasan Asia sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam memperkuat sektor peternakan dan akuakultur regional.
Akuisisi tersebut mencakup 17 pabrik pakan serta operasional peternakan yang tersebar di sejumlah negara Asia. Transaksi ini memperkuat posisi De Heus di pasar berkembang seperti Vietnam, Indonesia, dan Kamboja, sekaligus membuka akses langsung ke Korea Selatan dan Filipina.
Perkuat Kepemimpinan Nutrisi Hewan
Melalui integrasi ini, De Heus memperluas kapasitas teknis dan jaringan bisnisnya di bidang nutrisi hewan. Perusahaan menggabungkan pengalaman global lebih dari satu abad dalam manajemen peternakan dengan kapabilitas teknis serta hubungan pelanggan yang telah dibangun CJ Feed & Care di kawasan Asia.
CEO De Heus Animal Nutrition, Gabor Fluit, menegaskan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Akuisisi ini merupakan tonggak penting dalam strategi jangka panjang kami untuk memperkuat kehadiran De Heus di Asia. Dengan menggabungkan keahlian teknis dan hubungan pelanggan CJ Feed & Care serta pengalaman panjang De Heus di bidang nutrisi hewan, kami dapat mempercepat pertumbuhan dan menghadirkan nilai yang lebih tinggi bagi peternak,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi ini akan mendorong terciptanya sektor protein hewani yang lebih tangguh dan berkelanjutan, sekaligus membantu peternak dan komunitasnya berkembang secara berkelanjutan.
Fokus Pemberdayaan Peternak
De Heus menekankan pendekatan on-the-farm, yakni pendampingan langsung kepada peternak melalui transfer pengetahuan, penyediaan alat, dan panduan praktis guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha.
Perusahaan juga berperan aktif menghubungkan para mitra di sepanjang rantai nilai protein hewani. Investasi selektif pada unit pembibitan (breeding farms) dilakukan untuk memastikan peternak independen memperoleh akses terhadap genetika unggul yang andal.
Presiden Direktur De Heus Indonesia, Kay De Vreese, menyatakan bahwa langkah ini akan memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Akuisisi ini semakin memperkuat komitmen jangka panjang De Heus dalam mengembangkan sektor nutrisi hewan dan rantai nilai peternakan di Indonesia. Kami tumbuh bersama peternak melalui solusi nutrisi terintegrasi, dukungan teknis yang kuat, serta kolaborasi erat di sepanjang rantai nilai,” katanya.
Ia menegaskan, De Heus berkomitmen mendukung peternak independen dan bermitra dengan UMKM serta peternak pembibitan lokal, bukan menjadi pesaing.
Dengan rampungnya akuisisi ini, De Heus menempatkan dirinya sebagai salah satu pemain utama nutrisi hewan di Asia, sekaligus memperkuat peran dalam mendorong produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing sektor peternakan regional. (Rel)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.



















































