Amalia Zahira, CNBC Indonesia
05 January 2026 19:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Agama merupakan salah satu aspek kehidupan yang dipegang erat oleh masyarakat di berbagai belahan dunia.
Secara umum, konsep ketuhanan dalam agama dikenal melalui dua pendekatan utama, yakni monoteisme dan politeisme. Pola ini banyak ditemukan pada agama-agama besar dunia seperti agama Abrahamik, Hindu, dan Buddha. Namun, di luar kepercayaan arus utama tersebut, spektrum keyakinan manusia ternyata jauh lebih luas dan beragam dari yang dibayangkan. Berikut 10 agama paling unik di dunia:
1. Rastafarianisme
Rastafarianisme, atau Rastafari, merupakan aliran kepercayaan yang berkembang di Jamaika setelah penobatan Kaisar Etiopia Haile Selassie I pada 1930.
Kepercayaan ini menganut konsep monoteisme dengan meyakini Selassie sebagai manifestasi Tuhan. Ajaran Rastafari dipengaruhi oleh interpretasi Perjanjian Lama, termasuk aturan menghindari makanan tertentu, serta kepercayaan lokal terhadap nilai spiritual ganja. Rastafarianisme juga dikenal luas melalui budaya musik reggae, terutama lewat sosok musisi legendaris Bob Marley.
2. Jediisme
Jediisme merupakan sistem kepercayaan yang terinspirasi dari karakter fiksi Jedi dalam film Star Wars.
Dalam praktiknya di dunia nyata, Jediisme tidak memiliki pemimpin tertinggi maupun struktur organisasi yang terpusat. Kepercayaan ini awalnya muncul sebagai bentuk candaan dalam sebuah kampanye surel pada 2021, namun seiring waktu justru mendapatkan pengikut yang secara serius mengadopsi nilai-nilai ajarannya.
Meski tidak diakui sebagai agama resmi, hingga kini tercatat terdapat dua "tempat ibadah" Jedi di dunia, yakni Temple of the Jedi Order di Texas, Amerika Serikat, serta Church of Jediism di Inggris. Secara umum, ajaran Jediisme menekankan nilai pengendalian emosi negatif, kedamaian batin, serta peran individu sebagai penjaga perdamaian dan keadilan.
3. Aghori
Aghori merupakan salah satu aliran Hindu ekstrem yang berpusat pada pemujaan terhadap Dewa Siwa.
Dalam praktiknya, Aghori memiliki sejumlah ritual yang mirip dengan tradisi Shaivisme pada umumnya, seperti melakukan ritual pasca kematian, menetap di area kremasi, mengoleskan abu jenazah ke tubuh, serta menggunakan tulang manusia sebagai perlengkapan ritual dan perhiasan, yang secara simbolik juga kerap diasosiasikan dengan ikonografi Siwa.
Namun, yang membuat Aghori dikenal sebagai aliran ekstrem adalah praktik kanibalisme pasca kematian, yakni memakan bagian tubuh dari jenazah manusia yang diperoleh dari lokasi kremasi. Praktik-praktik ini kerap dianggap bertentangan dengan ajaran Hindu ortodoks. Meski demikian, sejumlah guru Aghori justru mendapat penghormatan tinggi, terutama di wilayah pedesaan India, karena diyakini memiliki kemampuan penyembuhan spiritual yang diperoleh melalui laku tapa, pengasingan diri, dan pelepasan total terhadap kehidupan duniawi.
4. Pana Wave
Pana-Wave merupakan aliran kepercayaan yang lahir di Jepang dan diinisiasi oleh seorang perempuan bernama Yuko Chino pada 1977. Kepercayaan ini memadukan unsur ajaran Kekristenan, Buddhisme, serta pemikiran New Age. Berbeda dari kebanyakan agama, Pana-Wave tidak menempatkan penyembahan Tuhan sebagai pusat ajaran, melainkan berfokus pada ketakutan terhadap gelombang elektromagnetik.
Pengikut Pana-Wave meyakini bahwa gelombang elektromagnetik merupakan penyebab utama kerusakan lingkungan dan perubahan iklim ekstrem.
Sejak pertengahan 1990-an, anggota kelompok ini mulai mengenakan pakaian serba putih dengan keyakinan bahwa warna tersebut dapat melindungi tubuh dari apa yang mereka sebut sebagai "gelombang elektromagnetik skalar" yang berbahaya. Meski kerap dianggap tidak lazim, jumlah pengikut kepercayaan ini diperkirakan mencapai sekitar 1.200 orang.
5. Nuwaubian Nation
Nuwaubian Nation merupakan gerakan kepercayaan yang didirikan oleh Dwight York di Amerika Serikat pada 1967.
Sejumlah akademisi mengklasifikasikannya sebagai pergerakan agama baru sekaligus kelompok nasionalis kulit hitam. Dalam mitologi ajarannya, disebutkan bahwa orang kulit putih ditakdirkan untuk memperbudak orang kulit hitam, meski takdir tersebut pada akhirnya diyakini mengalami penyimpangan.
Pada 1994, Dwight York ditangkap atas tuduhan pencucian uang serta pelecehan terhadap anak di bawah umur. Meski skandal tersebut mencoreng pendirinya, gerakan Nuwaubian tetap bertahan hingga kini. Sepanjang sejarahnya, gerakan ini tercatat pernah menarik ribuan pengikut, dengan estimasi pendukung inti mencapai sekitar 500 orang pada periode puncaknya. Nuwaubian Nation juga diketahui memberikan pengaruh pada sejumlah musisi Afrika-Amerika.
Namun demikian, gerakan ini menuai kritik luas dari aparat penegak hukum Amerika Serikat, jurnalis, organisasi anti-sekte, organisasi Muslim, hingga Southern Poverty Law Center, yang menudingnya sebagai kelompok supremasi kulit hitam, sekte, hingga entitas kriminal.
6. Church of all Worlds
Church of All Worlds (CAW) merupakan kelompok Neopagan asal Amerika Serikat yang mengusung misi membangun jejaring informasi, mitologi, dan pengalaman spiritual untuk "membangkitkan kembali Gaia" serta menyatukan manusia melalui komunitas yang berlandaskan kesadaran ekologis dan tanggung jawab terhadap alam.
CAW didirikan pada 1962 oleh Oberon Zell-Ravenheart bersama istrinya Morning Glory Zell-Ravenheart.
Kepercayaan ini terinspirasi oleh agama fiksi dengan nama serupa dalam novel fiksi ilmiah Stranger in a Strange Land karya Robert A. Heinlein. Hingga kini, unsur fiksi ilmiah masih menjadi bagian dari mitologi dan identitas spiritual Church of All Worlds. Agama ini diperkirakan memiliki sekitar 100 pengikut dan berpusat di Toledo, Amerika Serikat.
7. Church of Ed Wood
Church of Ed Wood, atau dikenal sebagai Woodism, merupakan gerakan kepercayaan bernuansa satire yang berkembang secara daring sejak 1996. Aliran ini diprakarsai oleh Steve Galindo dan menjadikan sutradara film kelas-B legendaris Edward D. Wood Jr. sebagai figur spiritual simbolik. Kepercayaan ini merayakan karya-karya Wood yang dikenal eksentrik serta mengangkat nilai outsider art dan kebebasan berekspresi.
Woodism memposisikan dirinya sebagai sistem kepercayaan yang menekankan penerimaan terhadap individu-individu yang kerap dianggap berada di luar arus utama, seperti kaum geeks, indies, dan komunitas kreatif alternatif lainnya. Meski bersifat jenaka dan tidak konvensional, Church of Ed Wood mengklaim memiliki ribuan anggota yang telah "dibaptis" secara legal di berbagai negara, menjadikannya salah satu contoh agama unik yang lahir dari budaya populer.
8. Om Banna (Bullet Baba)
Om Banna merupakan figur folk deity yang dihormati di India. Sebuah kuil bernama Om Banna Dham didedikasikan untuknya.
Pusat pemujaan ini menampilkan sepeda motor milik Om Banna, yakni Royal Enfield Bullet 350 cc bernomor RNJ 7773.
Ritual pemujaan ini bermula setelah Om Banna meninggal dunia akibat kecelakaan sepeda motor. Menurut cerita masyarakat setempat, sepeda motor yang dikendarai Om Banna sempat diamankan oleh polisi usai kecelakaan. Namun, motor tersebut disebut-sebut kembali secara misterius ke lokasi kejadian. Sejak saat itu, warga mulai mendatangi lokasi kecelakaan, bahkan turut menyembah pohon yang berada di tempat tersebut.
Setiap hari, ratusan peziarah dan pelintas jalan berhenti di lokasi tersebut untuk memanjatkan doa keselamatan perjalanan. Kepercayaan setempat meyakini bahwa mereka yang tidak singgah dan berdoa berisiko mengalami perjalanan yang berbahaya.
Para penganut biasanya memberikan penghormatan dengan membungkukkan kepala, mengoleskan tilak pada motor, mengikat benang merah, serta mempersembahkan dupa, bunga, kelapa, manisan, hingga minuman keras. Di area kuil juga dijaga api abadi, sementara lagu-lagu rakyat kerap dinyanyikan untuk menghormati Om Banna sebagai pelindung para pelancong.
9. Aetherius Society
The Aetherius Society merupakan organisasi spiritual global yang didirikan pada 1955 oleh George King.
Gerakan ini memadukan kepercayaan New Age, ufologi, dan spiritualitas Timur, dengan keyakinan adanya komunikasi spiritual dengan makhluk luar angkasa tingkat lanjut yang disebut Cosmic Masters. Ajarannya berfokus pada penyembuhan spiritual, perdamaian dunia, serta evolusi kesadaran manusia melalui praktik yoga dan penyaluran energi spiritual.
Dalam sistem kepercayaannya, pengabdian tanpa pamrih (karma yoga) dipandang sebagai praktik spiritual tertinggi, sementara Bumi diyakini sebagai entitas hidup yang perlu dijaga. The Aetherius Society juga meyakini bahwa sebagian UFO merupakan wahana makhluk luar angkasa yang telah mengunjungi Bumi sejak ribuan tahun lalu dan bahkan disebut dalam teks-teks keagamaan kuno.
10. Cao Dai
Cao Dai merupakan agama monoteistik sinkretik yang berkembang di Vietnam dan secara resmi didirikan pada 1926 di kota Tây Ninh. Ajarannya memadukan unsur kepercayaan lokal Vietnam seperti penghormatan leluhur dengan nilai-nilai Konfusianisme, praktik Taoisme, konsep karma dan reinkarnasi dari Buddhisme, serta struktur organisasi yang dipengaruhi Katolik.
Penganut Cao Dai menjalankan praktik doa, penghormatan leluhur, non-kekerasan, serta pola hidup vegetarian dengan tujuan mencapai penyatuan dengan Tuhan dan terbebas dari siklus kelahiran kembali. Jumlah pengikutnya diperkirakan berkisar antara 4,4 hingga 6 juta orang di Vietnam, dengan jutaan lainnya tersebar di Amerika Utara, Kamboja, Eropa, dan Australia sebagai bagian dari diaspora Vietnam.
(mae/mae)

1 day ago
7

















































