China Labrak Starlink, Ngamuk Dengar Rencana Besar Elon Musk

23 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - China mengadukan satelit Starlink milik Elon Musk mengancam keselamatan di hadapan Dewan Keamanan PBB. Hal ini dilakukan saat SpaceX mengumumkan akan menurunkan ribuan satelit untuk mengurangi risiko tabrakan.

Menurut perwakilan Beijing dalam acara tersebut konstelasi satelit Starlink yang kian meluas menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan dan keamanan. Salah satunya meningkatkan risiko tabrakan antar satelit.

"Konstelasi semacam itu memadati sumber daya frekuensi-orbit dan secara signifikan meningkatkan risiko tabrakan," kata perwakilan China, dikutip dari The Independent, Rabu (7/1/2026).

Dia juga mencontohkan satelit Starlink pernah hampir membahayakan karena terbang terlalu dekat dengan stasiun ruang angkasa China 2021. Kejadian itu menimbulkan ancaman serius pada keselamatan para asronaut China.

Sebagai informasi, terdapat 8.500 dari 12.955 satelit aktif di orbit rendah Bumi. Sebagian besarnya (66%) merupakan milik Starlink.

Jumlah itu hanya sebagian kecil dari ambisi Musk. Beberapa waktu lalu, dia mengatakan konstelasi Starlink bisa mencapai lebih dari 42 ribu satelit, sekarang perusahaan telah mengantongi peluncuran 12 ribu satelit.

Namun, satelit didesain untuk digunakan selama lima tahun. Berikutnya satelit akan dibakar di atmosfer Bumi.

China juga memiliki proyek serupa untuk menyaingi SpaceX. Setidaknya proyek yang didukung pemerintah akan memproduksi dan meluncurkan lebih dari 15 ribu secara massal pada 2030, menambah sesak orbit rendah Bumi dalam waktu dekat.

Sebelumnya, SpaceX mengumumkan akan melakukan konfigurasi ulang seluruh konstelasi satelit. Semua unit akan diturunkan dari 550 km menjadi 480 km pada 2026 ini.

"Menurunkan ketinggian satelit bakal memadatkan orbit Starlink dan meningkatkan keselamatan ruang angkasa pada beberapa hal," jelas Wakil Presiden Teknik Starlink SpaceX Michael Nicolls, dikutip dari Reuters, Jumat (2/1/2026).

"Jumlah puing dan konstelasi satelit yang direncanakan jauh lebih rendah di bawah 500 km, mengurangi adanya tabrakan," dia menambahkan.

(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |