Penyediaan hunian sementara (Huntara) menjadi target utama Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan pascabencana hidrometeorologi. (Waspada.id/Ist)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
BANDA ACEH (Waspada.id): Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) melalui Danantara menegaskan komitmennya mempercepat pembangunan rumah hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana, sesuai arahan pemerintah dan Presiden RI.
Wakil Ketua BP BUMN, Tedi Bharata, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan Huntara merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden dan Ketua Satuan Tugas (Satgas), dengan fokus pada pemanfaatan data agar bantuan tepat sasaran.
“Di Aceh Tamiang, kami berkomitmen membangun 600 unit Huntara yang telah diselesaikan dan diserahkan pada 8 Januari. Proyek ini juga telah ditinjau langsung oleh Bapak Presiden dan Menteri Dalam Negeri,” kata Tedi dalam rapat koordinasi dengan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI bersama Satgas R3P Pemerintah di Banda Aceh, Sabtu (10/1).
Ia menjelaskan, setelah Aceh Tamiang, tim BUMN langsung bergerak ke sejumlah daerah lain di Aceh. Saat ini, pembangunan Huntara tengah berlangsung di Pidie Jaya sebanyak 162 unit, Aceh Utara 224 unit, dan Aceh Timur 97 unit.
Selain Aceh, pembangunan Huntara juga dilakukan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
“Secara keseluruhan, ada sekitar 1.400 unit Huntara yang saat ini terus berjalan pembangunannya,” ujarnya.
Tedi mengakui, dalam pelaksanaan di lapangan terdapat sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan waktu, dinamika data, hingga faktor cuaca yang sulit diprediksi.
Salah satu lokasi bahkan terpaksa dipindahkan karena kondisi tanah yang jenuh air dan rawan tergenang saat hujan.
Namun demikian, ia menilai kehadiran Satgas sangat membantu dalam memperlancar koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Komunikasi dengan para bupati dapat dilakukan dengan cepat sehingga kendala di lapangan bisa segera diatasi,” katanya.
Dari sisi material, Danantara memaksimalkan penggunaan bahan bangunan lokal, seperti pasir dan kerikil, serta memberdayakan tenaga kerja setempat.
Meski begitu, sebagian material tetap didatangkan dari luar daerah untuk mempercepat pembangunan.
“Beberapa material bahkan dikirim dari Jakarta menggunakan pesawat Hercules berkat dukungan Satgas dan TNI AU. Ini sangat membantu karena kapasitas angkutnya jauh lebih besar dibanding pesawat komersial,” jelas Tedi.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kepastian lahan yang clean and clear serta dapat diterima oleh masyarakat.
Untuk itu, Danantara memprioritaskan penggunaan lahan milik pemerintah daerah dan BUMN yang tersedia, dengan mempertimbangkan kondisi lahan dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Selain kepastian lahan, aksesibilitas juga menjadi perhatian utama. “Alhamdulillah, kerja sama dengan Kementerian PUPR dan Satgas sejauh ini berjalan dengan baik,” pungkasnya. (id65)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































