Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengumumkan perubahan struktur kepemilikan saham negara melalui Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan PT Danantara Asset Management (DAM).
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), sebelum pengalihan saham, BP BUMN hanya memiliki 1 lembar Saham Seri A Dwiwarna Telkom dengan persentase hak suara 0,0000%. Kini, BP BUMN kini memiliki 1 lembar Saham Seri A Dwiwarna serta tambahan 516.023.535 lembar Saham Seri B, sehingga total persentase hak suaranya menjadi 0,52%.
Sementara itu, DAM menguasai sebanyak 51.602.353.559 lembar Saham Seri B atau setara dengan 52,091% hak suara. Setelah transaksi pengalihan, DAM tetap menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 51.086.330.024 lembar Saham Seri B atau setara 51,57% hak suara.
"Adapun klasifikasi saham yang dialihkan adalah Saham Seri B dengan Nilai Nominal Rp50,00 per lembar saham dengan harga pengalihan saham ditentukan berdasarkan nilai buku sebesar Rp25.801.176.750,00 yang mana menggunakan nilal sementara dan akan ditetapkan kemudian secara definitif berdasarkan Keputusan Kepala BP BUMN," tulis manajemen, Rabu (7/1/2026).
Informasi tersebut menegaskan bahwa negara RI tetap berkedudukan sebagai Pemegang Saham Pengendali Perseroan (Ultimate Beneficial Owner) melalui kepemilikan langsung BP BUMN sebanyak 1 lembar saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa dan 516.023.535 lembar saham Seri B, serta melalui DAM sebanyak 51.086.330.024 lembar saham Seri B yang terkonsolidasi pada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.
Perubahan kepemilikan saham BP BUMN dan DAM ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-undang No. 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Perubahan ini juga telah dicatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 6 Januari 2026.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

1 day ago
6

















































