BRIN Bocorkan RI Punya Peluang Diajak Ikut Misi Terbang ke Bulan

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah negara diketahui telah melakukan pengamatan langit di Bulan. Kegiatan pengamatan astronomi biasanya dilakukan di ground base, yakni saat kamera menghadap ke langit.

Indonesia nampaknya bisa menyusul kemampuan itu di masa depan. Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN, Emanuel Sungging yakini hal tersebut.

"Maka pada pagi ini, kita akan membuka wawasan terlebih dulu dan mempelajari peluang tersebut," dia menjelaskan pada kegiatana Linear Pra-Kolokium, dikutip dari laman resmi BRIN, Senin (16/3/2026).

Dia menjelaskan keunggulan pengamatan astronomi dari Bulan adalah dapat dilakukan tanpa intervensi gelombang radio. Berbeda jika dilakukan dengan ground base di Bumi.

Selain itu kamera pengamatan yang diletakkan juga tidak membutuhkan pendingin. Pasalnya Bulan memiliki daerah yang gelap secara permanen dengan suhu sangat rendah.

"Selain itu, permukaan bulan lebih stabil dan minim pergerakan, memungkinkan untuk membuat Very Long Baseline Interferometer (VLBI) di bulan karena kamera yang ditempatkan di sana tidak perlu sering dikoreksi seperti di bumi. Atmosfer bulan juga sangat tipis dibandingkan dengan atmosfer yang berada di orbit terendah bumi sehingga cahaya bintang dapat terlihat lebih jelas," kata Emanuel.

Chatief Kunjaya dari Kelompok Keilmuan Astronomi FMIPA ITB mengungkapkan soal proyek ILO-X yang telah berhasil mendarat di Bulan. Proyek tersebut diterbangkan dengan pesawat Nova-C.

Namun ILO-X sendiri adalah percobaan. Mereka menyiapkan proyek aslinya di masa depan bernama ILO-1 dan ILO-2.

"Penggunaan kamera pada proyek-proyek ini masih kamera yang statis sehingga pengambilan gambar tergantung kemana dan hadap mana pesawat yang membawa kamera itu bergerak. Dibutuhkan kamera yang bisa bergerak secara otomatis untuk membantu mengoptimalkan pengambilan gambar pengamatan di bulan," ujarnya.

Selain itu, Kunjaya juga menjelaskan Indonesia bisa diajak berpartisipasi dalam misi-misi internasional luar angkasa.

"Dengan terus berpartisipasi dalam program ILOA, dapat membuka kesempatan bagi Indonesia untuk turut mengeksplorasi angkasa luar jauh Indonesia lebih lanjut. Indonesia juga memiliki kesempatan untuk membuat kamera bagi ILO-2 dengan lebih baik. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk menambah wawasan," urainya.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |