Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 0,8% atau -61,76 poin ke level 7.648,78, Jumat (6/3/2026). Akan tetapi selang beberapa menit, IHSG memangkas koreksi menjadi 0,4%.
Sebanyak 154 saham naik, 280 turun, dan 524 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 383,5 miliar, melibatkan 943,8 juta saham dalam 65.180 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terkikis menjadi Rp 13.616 triliun.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih dibayangi tekanan berat. Perang AS-Israel dan Iran yang memanas, lonjakan harga minyak hingga proyeksi terbaru ekonomi China akan menjadi sentimen negatif hari ini.
Harga minyak mentah melonjak mencapai level tertinggi sejak Juli 2024, seiring meningkatnya perang dengan Iran yang mengganggu pasokan energi global.
Merujuk Refinitiv, harga minyak brent ditutup di posisi US$ 84 per barel atau naik hampir 4% sementara harga minyak WTI ditutup di posisi US$81,01 per barel atau melesat 8,5%. Harga tersebut adalah yang tertinggi sejak Juli 2024 atau 2 tahun 8 bulan.
Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz masih sebagian besar terhenti, sementara Iran mengklaim telah menghantam sebuah kapal tanker minyak dengan rudal.
Menambah tekanan di pasar, pemerintah China memerintahkan kilang-kilang besar untuk menghentikan ekspor diesel dan bensin.
Sementara itu, bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (6/3/2026), mengikuti jejak Wall Street.
Kospi Korea Selatan jatuh 0,87%, setelah menapaki hari terbaiknya sejak 2008 di sesi sebelumnya. Namun, Kosdaq yang berkapitalisasi kecil, memperpanjang kenaikan menjadi 2,45%.
Sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,24%. Topix mengalami penurunan yang lebih besar, yakni -0,42%. Sedangkan Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,09% pada awal perdagangan, terseret oleh saham-saham material dasar.
Indeks berjangka Hang Seng Hong Kong berada di 25.037, lebih rendah dari penutupan terakhir HSI di 25.321,34.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

4 hours ago
2
















































