Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) buka suara video viral soal temuan uang cacahan rupiah yang ditemukan di tempat pembuangan sampah (TPS), di daerah Bekasi, Jawa Barat. Cacahan uang yang berbentuk teratur dan presisi tersebut, tampak berasal dari pecahan uang Rp 100.000 dan Rp50.000.
Ramdan Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), mengatakan pihaknya masih melakukan penelusuran terkait dengan temuan uang cacahan ini.
"Terkait video yang beredar di media sosial saat ini, kami sedang melakukan penelusuran berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait," kata Denny, Rabu (4/2/2026).
Denny pun menjelaskan BI dalam melakukan pengelolaan uang rupiah, Bank Indonesia senantiasa memastikan uang beredar di masyarakat merupakan uang layak edar dan mudah dikenali ciri keasliannya.
Sesuai UU No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Bank Indonesia melakukan pemusnahan atas uang yang dalam kondisi yang tidak layak edar, termasuk uang lusuh, uang cacat, uang rusak, dan uang yang telah ditarik dari peredaran.
"Pemusnahan uang Rupiah dilakukan dengan melebur atau cara lain sehingga tidak menyerupai uang Rupiah. Proses pemusnahan uang Rupiah kertas dilakukan di kantor Bank Indonesia untuk selanjutnya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) resmi yang dikelola oleh Pemerintah Daerah," ujarnya.
Selain itu, dia menegaskan BI selalu berupaya memastikan bahwa proses pemusnahan uang dilakukan dengan prosedur pelaksanaan dan pengawasan yang ketat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Denny menambahkan sebagai upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui pemanfaatan limbah racik uang kertas, sejak 2023, BI secara bertahap mengadopsi waste to energy dan waste to product.
Implementasi waste to energy yang telah dilakukan, menurut Denny, antara lain kerja sama pemanfaatan limbah racik uang sebagai bahan bakar alternatif pembangkit listrik tenaga uap, sebagaimana telah dilakukan di Jawa Barat.
"Selain itu, BI juga menerapkan waste to product, contohnya mengolah limbah menjadi suvenir seperti medali sebagaimana yang telah dilakukan antara lain di Bali," katanya.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2














































