Ibu-ibu perwiritan Dusun I Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, menyuarakan desakan agar Polres Sergai segera mengungkap kematian misterius almarhum Yudha yang hingga kini belum terungkap. Sabtu (10/1/2025). Waspada.id/Bambang
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
SERGAI (Waspada.id): Hingga berbulan-bulan sejak ditemukannya kerangka manusia di dalam batang pohon aren mati pada September 2025 lalu, kasus kematian misterius almarhum M. Yudha Prawira masih belum terungkap.
Dugaan lambannya penanganan perkara ini memicu kegelisahan warga Dusun I Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), yang kini secara terbuka mendesak Polres Sergai segera menuntaskan penyelidikan dan mengungkap pelaku.
Desakan itu disampaikan masyarakat, khususnya ibu-ibu perwiritan Dusun I, yang menyatakan dukungan penuh kepada ibu korban, Amelia, agar kasus kematian anaknya tidak berlarut-larut tanpa kejelasan hukum. Warga menilai, hingga kini belum ada kepastian siapa pihak yang bertanggung jawab atas kematian Yudha.
Fitri, 44, perwakilan ibu-ibu perwiritan, mengatakan masyarakat berada dalam situasi bingung akibat belum terungkapnya kasus tersebut. Menurutnya, warga tidak ingin berspekulasi, namun menuntut kejelasan dari aparat kepolisian.
“Kami bingung siapa pelakunya. Kami tidak mau menduga-duga. Kami hanya ingin tahu siapa pelakunya supaya kasus ini terang. Kami dari perwiritan hanya mendukung Bu Amelia mendapatkan keadilan,” ujar Fitri, di dusun I desa pematang ganjang, kepada Waspada.id, Sabtu (10/1/2026) sore
Ia menegaskan dukungan warga diberikan agar kepolisian bertindak tegas dan serius mengungkap kematian Yudha, sehingga tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat.
Sorotan terhadap lambannya pengungkapan kasus juga disampaikan kuasa hukum keluarga korban, Yanti Perawati Situmorang SH dan Adian Hariman Siregar SH.
Mereka menilai proses penyelidikan berjalan lambat meski pihaknya telah menyerahkan keterangan sejumlah saksi yang dinilai dapat membuka tabir kematian korban.
Kuasa hukum keluarga korban bersama ibu korban Amelia menyampaikan desakan agar Polres Sergai segera mengungkap kasus kematian misterius almarhum Yudha yang dinilai berjalan lambat, Sabtu (10/1/2026). Waspada.id/Bambang“Kami sudah menghadirkan beberapa saksi untuk dimintai keterangannya. Dengan harapan dapat mengungkap secara terang benderang kasus ini. Bukti-bukti keterangan saksi tersebut kami simpan dalam bentuk video,” tegas Hariman saat dikonfirmasi Waspada.id Minggu (11/1/2026).
Kuasa hukum keluarga korban bahkan menyebutkan adanya dugaan keterkaitan kematian almarhum Yudha dengan peredaran narkoba di lingkungan dusun setempat, yang menurut mereka seharusnya menjadi pintu masuk penyelidikan lebih lanjut oleh penyidik terkait penyebab kematian
M. Yudh.
Sementara itu, ibu korban, Amelia, berharap Polres Sergai segera membuka tabir kematian anaknya, terlebih setelah hasil tes DNA memastikan bahwa kerangka tulang belulang yang ditemukan di pohon aren tersebut adalah anak kandungnya.
“Kami sempat menduga merasa seolah akan dipersangkakan atas kematian anak saya. Kami minta Polres Sergai segera mengungkap kasus ini supaya jelas dan masyarakat tahu, khususnya warga Dusun I Desa Pematang Ganjang,” ujarnya. (bs)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































