Bank-Bank Seluruh Dunia Diminta Siaga Penuh Hadapi Petaka

4 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Regulator global memperingatkan potensi 'petaka' baru gara-gara perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kian masif ke arah otomatisasi. Menurut laporan Reuters, Kamis (11/6/2026), regulator global meminta sistem keuangan untuk menerapkan pengawasan baru di tengah percepatan adopsi AI.

Badan Stabilitas Keuangan (FSB) yang merupakan badan internasional bentukan G20, dalam laporannya pada Rabu (10/6) waktu setempat, secara tegas mendorong semua pihak untuk mempertimbangkan penerapan pengamanan guna mengurangi risiko dari AI, termasuk dari 'Agentic AI'.

Agentic AI adalah sistem yang mampu merencanakan, bernalar, dan melaksanakan tugas dengan pengawasan manusia yang terbatas. Saat ini, Agentic AI sudah mulai digunakan perusdahaan-perusahaan keuangan untuk mendeteksi penipuan, menjalankan sistem layanan konsumen, serta fungsi back-office.

Sebanyak 52% dari responden sektor keuangan dalam survei yang digelar Cambridge Centre fo Alternative Finance, melaporkan adopsi Agentic AI yang aktif. Sebanyak 23% sedang bertransformasi dan memperluas adopsi Agentic AI, sementara 29% baru akan memulai adopsi AI Agentic.

Para regulator dan badan penetapan standar global telah meningkatkan peringatan tentang risiko yang ditimbulkan oleh penerapan AI di seluruh sektor keuangan sejak Anthropic merilis Mythos. Para ahli menilai model AI canggih tersebut menimbulkan tantangan keamanan siber yang signifikan bagi industri perbankan.

FSB yang selama ini menjadi lembaga penentu standar sistem keuangan dunia, mengatakan AI yang terotomatisasi memicu risiko besar, termasuk kemungkinan terjadinya tindakan-tindakan ilegal, kebocoran data, dan gangguan pada sistem terkoneksi.

"Agen-agen AI menghadirkan tantangan tersendiri bagi pengawasan manusia," kata laporan itu, memperingatkan bahwa mereka dapat melakukan tindakan yang menyimpang dari niat perusahaan tanpa sepengetahuan karyawan atau tanpa kemampuan untuk melakukan intervensi dengan cepat.

Untuk mengatasi risiko tersebut, lembaga penetapan standar telah menguraikan serangkaian usulan "praktik yang baik". Mereka mendesak perusahaan keuangan untuk menetapkan batasan yang jelas tentang penggunaan AI dan menerapkan pengamanan yang kuat. Pedoman yang tidak mengikat ini terbuka untuk masukan hingga 22 Juli 2026.

Mereka juga menetapkan batasan tentang apa yang dapat dilakukan oleh agen AI dan memerlukan persetujuan manusia untuk tindakan berisiko tinggi, seperti transaksi keuangan di atas ambang batas tertentu.

FSB mengatakan bahwa perusahaan keuangan, termasuk perbankan, juga dapat mempertimbangkan untuk mengadaptasi kontrol dan proses SDM terhadap agen AI dengan cara memperlakukan mereka sebagai "karyawan sintetis".

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |