Banjir Kembali Kepung Pidie Awal 2026

2 hours ago 1
AcehHeadlines

1 Januari 20261 Januari 2026

Banjir Kembali Kepung Pidie Awal 2026 Petugas gabungan membatasi akses jalan di Kecamatan Tangse, Pidie, akibat banjir berlumpur kiriman dari hulu, Kamis (1/1/2026). Waspada.id/uhammad Riza

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

SIGLI (Waspada.id): Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pidie sejak Kamis (1/1/2026) sore menyebabkan banjir melanda sejumlah kecamatan dan gampong pada awal tahun 2026.

Luapan air Daerah Aliran Sungai ( DAS) Krueng Baro, Sungai Keumala dan Tangse mengakibatkan ruas-ruas jalan utama serta lingkungan permukiman tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Muhammad Rabiul, melaporkan sejumlah wilayah yang terdampak banjir antara lain Gampong Klibeut, Dayah Tutong, Gampong Pukat Gampong Barat, Sangeu, Cot Geundok, serta Alue Calong, Kecamatan Tangse.

Warga melintasi banjir berlumpur di kawasan permukiman Kecamatan Tangse, Pidie, Kamis (1/1). Waspada.id/Muhammad Riza

Banjir diduga berasal dari luapan Krueng Baro yang berhulu di kawasan Ule Gunong Tangse. Debit air sungai meningkat tajam seiring tingginya intensitas hujan di wilayah hulu.

Di Kecamatan Keumala, air sungai juga dilaporkan meluap di sejumlah titik. Namun hingga Kamis malam, belum ada laporan resmi terkait banjir besar di wilayah tersebut. Warga yang bermukim di bantaran sungai diminta tetap waspada karena hujan masih berpotensi turun di kawasan hulu.

Selain itu, banjir susulan kembali terjadi di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, pada Kamis sore. Menurut Muhammad Rabiul, banjir susulan tersebut juga mengirimkan material lumpur dari wilayah hulu. “Banjir susulan di Blang Pandak sore tadi membawa lumpur dari hulu, sehingga lumpur kembali masuk ke rumah-rumah warga,” ujarnya.

Luapan air sungai tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga memutus akses jalan antar gampong. Sejumlah kendaraan terpaksa berhenti karena ketinggian air terus meningkat. “Hujannya tidak berhenti sejak sore. Tadi malam jalan masih tergenang, tetapi subuh sudah tidak bisa dilalui,” ujar Abdullah 39, salah seorang warga terdampak.

Air juga masuk ke rumah-rumah warga dan kawasan perumahan. Banyak warga terkejut saat air tiba-tiba menggenangi rumah mereka pada sore. “Lagi sholat tiba-tiba air masuk. Saya langsung bangun dan mengamankan barang-barang yang berhubungan dengan listrik. Kasur kebetulan di lantai, jadi ikut basah,” ungkap Abdullah.

Petugas BPBD Pidie bersama relawan kebencanaan serta unsur TNI dan Polri telah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan, pendataan, serta membantu warga terdampak. Aparat mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai dan daerah rawan banjir, agar tetap waspada dan segera mengungsi apabila debit air kembali meningkat.

Hingga berita ini diturunkan, belum dilaporkan adanya korban jiwa. Namun kerugian material diperkirakan cukup signifikan mengingat banyak rumah warga tergenang dan akses transportasi terganggu. Pemerintah daerah melalui instansi terkait masih melakukan pemantauan intensif, terutama di wilayah hulu sungai yang berpotensi mengirimkan banjir susulan. (id69)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |