Armyn Simatupang: Utamakan Keselamatan Di Arus Balik Nataru

3 hours ago 1

MEDAN (Waspada.id) — Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi Partai Demokrat, Armyn Simatupang, mengingatkan masyarakat agar menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama saat melakukan perjalanan arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

“Keselamatan harus didahulukan. Jangan terburu-buru ingin cepat sampai, tetapi abaikan kondisi diri dan kendaraan,” kata Armyn kepada Waspada.id, Sabtu (3/1).

Anggota dewan Dapil Sumut V Asahan, Batubara, dan Tanjungbalai ini merespon prediksi Dinas Perhubungan Sumut, yang menyebut puncak arus balik Nataru terjadi pada 1–2 Januari 2026 dan berlanjut hingga 3–4 Januari 2026, dengan estimasi 5,53 juta pergerakan orang masuk ke Sumatera Utara.

Menurut Armyn, meningkatnya volume kendaraan pada masa arus balik berpotensi menimbulkan kecelakaan jika tidak diimbangi dengan kewaspadaan pengendara serta kesiapan kendaraan.

“Keselamatan harus didahulukan. Jangan terburu-buru ingin cepat sampai, tetapi abaikan kondisi diri dan kendaraan,” kata Armyn.

Ia mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kecepatan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum melakukan perjalanan jauh.

Armyn menilai, kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor utama terjadinya kecelakaan lalu lintas, khususnya pada arus balik setelah libur panjang.

“Jika lelah, segera beristirahat. Jangan memaksakan diri karena dampaknya bisa fatal, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Rawan Kecelakaan

Selain itu, Armyn juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada saat melintasi ruas jalan rawan kecelakaan dan daerah yang berpotensi terdampak bencana alam, mengingat cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.

Ia berharap seluruh pihak, baik masyarakat maupun instansi terkait, dapat bekerja sama menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman selama arus balik Nataru.


“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jika semua disiplin dan saling peduli, angka kecelakaan bisa ditekan,” pungkas Armyn.

Selain itu, Armyn mengingatkan, lonjakan volume kendaraan khususnya di jalan bebas hambatan (tol) harus diimbangi dengan pengawasan ketat terhadap kelayakan kendaraan, khususnya kendaraan berat yang dinilai masih banyak melanggar standar keselamatan.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama di jalan tol. Kita tidak ingin kecelakaan terus berulang hanya karena kelalaian yang seharusnya bisa dicegah,” ujar Armyn, anggota Komisi D yang salah satu tupoksinya membidangi masalah infrastruktur, ini.

Armyn mengaku menyaksikan langsung masih banyak kendaraan berat seperti truk, tronton, trailer, dan bus yang melintas di jalan tol Sumut tanpa dilengkapi lampu belakang dan reflektor yang berfungsi sebagai penanda visual bagi pengendara lain.

“Di malam hari, kondisi jalan tol cenderung gelap, terutama di sekitar exit, persimpangan, dan gerbang tol. Jika ada truk yang lampu belakangnya mati, itu sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal,” tegasnya.

Menurut Armyn, pengemudi yang melaju di lajur kiri kerap tidak memiliki cukup waktu untuk mengantisipasi kendaraan berat di depannya, sehingga berisiko panik dan kehilangan kendali saat jarak pandang terbatas.

Tak hanya soal lampu belakang, Armyn juga menyoroti masih ditemukannya kendaraan berat yang tidak dilengkapi lampu reflektor sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 74 Tahun 2021 tentang Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor.

“Kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan seharusnya tidak diizinkan beroperasi di jalan tol,” katanya.

Oleh karena itu, Armyn mendesak Dinas Perhubungan Sumut, Dishub kabupaten/kota, pengelola jalan tol atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), serta aparat penegak hukum untuk meningkatkan sinergi dan melakukan penindakan tegas terhadap kendaraan yang melanggar ketentuan keselamatan.

“Kesiapan Dishub bukan hanya soal alat uji kendaraan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar laik jalan. Ini menyangkut nyawa pengguna jalan,” pungkasnya.

Di akhir keterangannya, Armyn berharap kepada para pemudik, khususnya di Dapil V Asahan, Batubara dan Tanjungbalai selain mendoakan selamat sampai tujuan, juga terus mendoakan dan berbagi peduli dengan saudara-saudara kita korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 19 kabupaten/kota di Sumut akhir Nopember 2025 lalu. (id06)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |