Anggota DPM USK: Rawat Idealisme Mahasiswa, Lawan Komersialisasi Dan Kepentingan Kelompok

1 day ago 5
AcehPendidikan

8 Januari 20268 Januari 2026

 Rawat Idealisme Mahasiswa, Lawan Komersialisasi Dan Kepentingan Kelompok Fitrah Junaidi, anggota DPM USK. Waspada.id/Seh Muhammad Amin

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

KUTACANE (Waspada.id): Mahasiswa harus kembali ke khitah perjuangan, kritis, independen, dan berpihak pada rakyat. Ancaman terbesar bukan hanya ketidakpedulian, tetapi ketika gerakan mahasiswa dijadikan alat kelompok tertentu demi kepentingan politik atau ekonomi.

Hal itu ditegaskan oleh M. Fitrah Junaidi, anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Waspada.id, Kamis (8/1). Menurut Fitrah, praktik manipulasi ini telah mengikis marwah perjuangan mahasiswa.

“Saat gerakan mahasiswa dipakai untuk melayani kepentingan kelompok, mahasiswa kehilangan suara dan martabatnya. Ini bukan hanya pengkhianatan terhadap idealisme, tapi juga pengkhianatan terhadap sejarah gerakan mahasiswa itu sendiri,” ucap Fitrah

Ia menyoroti fenomena yang semakin nyata: beberapa pihak menggunakan organisasi mahasiswa sebagai kendaraan politik, merancang agenda yang tampak progresif tetapi sesungguhnya mengamankan kepentingan kelompok tertentu. Fitrah menegaskan, mahasiswa tidak boleh menjadi “alat bayar” atau “mesin politik” siapa pun.

“Kita harus tegas: mahasiswa bukan komoditas yang bisa diperjualbelikan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Gerakan kita harus kritis, independen, dan berani melawan setiap upaya manipulasi,” tambahnya.

“Ini peringatan bagi kita semua: pertahankan idealisme, lawan kepentingan kelompok, dan jangan pernah biarkan perjuangan mahasiswa dikomersialisasi. Suara mahasiswa adalah milik rakyat, bukan milik siapa pun yang ingin memanfaatkannya,” pungkas Fitrah.

Fitrah mengingatkan sejarah telah membuktikan kekuatan mahasiswa yang idealis dalam menghadirkan perubahan sosial dan politik. Namun, jika idealisme dijual demi kepentingan kelompok, bukan perubahan yang lahir, melainkan stagnasi dan kemunduran demokrasi. (id80)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |