Anak Muda Delitua Satukan Umat Beragama Lewat Gendang Guro-guro Aron Dan Buka Puasa Bersama

3 hours ago 4
Medan

22 Februari 202622 Februari 2026

Anak Muda Delitua Satukan Umat Beragama Lewat Gendang Guro-guro Aron Dan Buka Puasa Bersama Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian dan Bupati Deliserdang diwakili Kadis Pariwisata Deliserdang Yudi Irmawan sedang memukul gong tanda dimulainya acara Gendang Guro-guro Aron Moderasi Agama disaksikan sejumlah tokoh agama Delitua, Jumat (20/2/2026) di Jamburtaras Delitua, Deliserdang. Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN  (Waspada.id) – Anak muda di Kecamatan Delitua menunjukkan semangat persatuan lintas agama melalui pertunjukan Gendang Guro-guro Aron yang dipadukan dengan buka puasa bersama, Jumat sore (20/2/2026) di Jambur Taras Delitua. Acara ini menjadi simbol keharmonisan dan kekompakan masyarakat Delitua tanpa membedakan latar belakang agama.

Kegiatan dihadiri tokoh lintas iman, termasuk Pdt Penrad Siagian (anggota DPD RI), Kepala Dinas Pariwisata Deliserdang Yudi Irmawan mewakili Bupati, pendeta dan diaken GBKP Runggun Delitua, serta tokoh agama Islam, Hindu, dan Buddha.

Ketua Panitia dan Ketua BUMA Delitua, Budi Tarigan, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menampilkan budaya lokal, tetapi juga memperkuat hubungan antarumat beragama sekaligus mengembangkan badan usaha bersama untuk kesejahteraan anggota.

Penasihat BUMA, Pdt Darius Sembiring, menegaskan Delitua dijadikan pilot project dalam membangun kerukunan berbasis kearifan lokal. Program awal melibatkan anak muda melalui pertunjukan gendang dan buka puasa bersama sebagai wujud cinta damai dan pelestarian budaya.

Acara dibuka Pdt Penrad Siagian dengan pemukulan gong dan diakhiri dengan tarian bersama, menciptakan suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan menegaskan bahwa budaya lokal dapat menjadi jembatan persatuan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.

Budi Tarigan menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk membangun harmoni antarumat beragama melalui kreativitas dan budaya lokal. “Kami ingin anak muda tetap terlibat aktif, sekaligus menjaga nilai-nilai toleransi dan kebersamaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Deliserdang Yudi Irmawan menyampaikan bahwa kolaborasi antara budaya, ekonomi, dan moderasi beragama dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat. “BUMA bukan sekadar simbol kerukunan, tapi juga langkah nyata untuk kesejahteraan bersama,” kata Yudi. (id23)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |