Aceh Deflasi 0,24 Persen pada Februari 2026, Harga Bahan Pangan Turun

11 hours ago 4
AcehEkonomi

Aceh Deflasi 0,24 Persen pada Februari 2026, Harga Bahan Pangan Turun Berdasarkan data BPS, Aceh mengalami deflasi sebesar 0,24 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada Februari 2026.

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Perkembangan harga kebutuhan masyarakat di Aceh menunjukkan kabar positif. Pada Februari 2026, Provinsi Aceh tercatat mengalami deflasi sebesar 0,24 persen secara bulanan atau month-to-month (m-to-m).

Penurunan ini dipengaruhi meredanya harga sejumlah komoditas pangan yang sebelumnya menjadi pemicu utama inflasi.

Data tersebut dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh berdasarkan pemantauan di lima daerah penghitungan inflasi, yakni Aceh Tengah, Meulaboh, Aceh Tamiang, Banda Aceh, dan Lhokseumawe.

Deflasi ini tercermin dari turunnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 114,23 pada Januari 2026 menjadi 106,56 pada Februari 2026.

Meski secara bulanan terjadi penurunan harga, secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) Aceh masih mengalami inflasi sebesar 6,94 persen. Artinya, dibandingkan Februari tahun sebelumnya, harga barang dan jasa secara umum masih lebih tinggi.

Kelompok pengeluaran yang paling besar menyumbang deflasi m-to-m adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,96 persen dengan andil terhadap deflasi sebesar 0,38 persen.

Beberapa komoditas yang dominan mendorong deflasi secara bulanan antara lain bawang merah, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, serta ikan tongkol. Penurunan harga komoditas tersebut turut mengurangi tekanan inflasi di tingkat konsumen.

Di sisi lain, secara tahunan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga masih menjadi penyumbang inflasi terbesar. Kelompok ini mencatat inflasi sebesar 16,98 persen dengan kontribusi terhadap inflasi y-on-y mencapai 2,37 persen.

Komoditas yang memberikan pengaruh besar terhadap inflasi tahunan di antaranya tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, dan daging ayam ras.

Inflasi Tertinggi di Aceh Tengah

Secara tahunan, seluruh wilayah penghitungan inflasi di Aceh masih mengalami kenaikan harga. Inflasi tertinggi tercatat di Aceh Tengah yang mencapai 8,44 persen.

Namun secara bulanan, pergerakan harga di tiap daerah menunjukkan tren berbeda. Meulaboh dan Banda Aceh mengalami inflasi, sedangkan Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Lhokseumawe justru mencatat deflasi.

Perbedaan ini menunjukkan adanya dinamika harga di masing-masing wilayah yang dipengaruhi oleh faktor pasokan, distribusi, serta tingkat permintaan masyarakat setempat. (Hulwa)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |