4 Jenis Larangan Saat Perayaan Nyepi di Bali, Wisatawan Harus Paham!

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Hari Raya Nyepi pada 2026 akan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Perayaan Tahun Baru Saka 1948 yang berlangsung selama 24 jam itu berpotensi beriringan dengan Hari Raya Idulfitri yang diperkirakan jatuh pada 20/21 Maret 2026.

Sesuai namanya, pelaksanaan Nyepi membuat umat Hindu berdiam diri saja di tempat tinggalnya. Seluruh masyarakat tidak diperkenankan melakukan aktivitas di luar rumah, seperti yang terjadi di Bali.

Selain berdiam diri, umat Hindu merayakan nyepi dengan meditasi, dan merenung. Momentum ini dimanfaatkan sebagai evaluasi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.

Selain itu, ada empat pantangan yang wajib dipatuhi oleh umat Hindu, yakni Catur Brata Penyepian. Catur Brata Penyepian adalah pantangan yang wajib dilaksanakan dan dipatuhi umat Hindu, yakni amati karya, amati geni, amati lelungan, dan amati lelanguan.

Lantas, apa saja larangan saat Hari Suci Nyepi?

1. Amati Geni

Dalam Bahasa Bali, geni memiliki arti api. Dengan demikian, Amati Geni adalah larangan bagi umat Hindu untuk menyalakan api, lampu, dan benda elektronik lainnya. Sebab, api melambangkan kemarahan, iri hati, dan segala pikiran buruk manusia atau angkara murka.

2. Amati Karya

Amati Karya adalah pantangan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, baik di luar atau di dalam rumah selama Nyepi berlangsung. Dalam hening, umat Hindu dapat melakukan perenungan dan introspeksi diri atas segala tindakan kurang baik yang pernah dilakukan.

3. Amati Lelungan

Dalam Bahasa Bali, lelungan memiliki arti bepergian. Amati Lelungan adalah pantangan untuk bepergian ke luar rumah agar umat Hindu khusyuk beribadah selama satu hari penuh. Sebagai gantinya, umat Hindu akan berdiam diri di rumah dengan bermeditasi bersama keluarga sekaligus mengevaluasi hubungan dengan Tuhan.

4. Amati lelanguan

Lelanguan berasal dari kata langu yang berarti hiburan. Amati Lelanguan adalah pantangan untuk bersenang-senang saat Nyepi. Umat diajak untuk menghentikan sejenak segala bentuk kesenangan duniawi agar fokus sembahyang.

Maka dari itu, tidak ada toko, warung, mal, dan tempat hiburan lainnya yang buka selama Nyepi. Bahkan umat Hindu juga berpuasa, tidak makan dan minum selama 24 jam penuh.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |