Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
22 March 2026 16:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Asia Tenggara memang dikenal dengan kekayaan alam tropis dan bentang alam yang memikat. Namun di balik itu, kawasan ini juga menyimpan ancaman geologi yang besar karena berada di jalur pertemuan sejumlah lempeng tektonik aktif. Kondisi tersebut membuat Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah dengan risiko gempa yang tinggi di dunia.
Salah satu sumber utama gempa adalah sesar aktif, yakni rekahan di kerak bumi tempat dua bagian batuan bergerak saling relatif. Pergerakan ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan memicu pelepasan energi dalam bentuk gempa bumi. Karakter sesar pun berbeda-beda, ada yang bergeser mendatar, ada yang naik, dan ada pula yang turun.
Kerawanan gempa di Asia Tenggara tidak lepas dari letaknya yang berada di pertemuan Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Interaksi antar lempeng ini membentuk banyak patahan aktif dan zona subduksi yang dapat memicu gempa kuat, bahkan dalam beberapa kasus juga berpotensi memunculkan tsunami.
Dari Indonesia hingga Myanmar dan Filipina, berikut sejumlah sesar dan zona tektonik yang dikenal paling aktif di Asia Tenggara.
1. Sesar Sumatra - Indonesia
Patahan besar ini memanjang di sepanjang Pulau Sumatra, dari Aceh hingga Lampung. Sesar Sumatra dikenal sebagai salah satu sumber gempa darat utama di Indonesia dan berkaitan erat dengan dinamika tektonik di kawasan Megathrust Sunda. Aktivitasnya telah lama menjadi perhatian karena beberapa gempa besar di wilayah Sumatra berkaitan dengan sistem ini.
2. Megathrust Sunda - Indonesia
Zona ini berada di sepanjang batas pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Di sinilah terjadi proses penunjaman lempeng yang dapat memicu gempa megathrust berkekuatan besar. Kawasan ini juga dikenal memiliki potensi tsunami yang tinggi karena mekanisme gempa yang terjadi di dasar laut.
3. Philippine Fault Zone - Filipina
Filipina memiliki patahan besar yang membentang dari utara ke selatan dan sangat aktif secara seismik. Patahan ini menjadi salah satu penyebab utama gempa besar di negara tersebut, seiring pergerakan lempeng yang terus berlangsung di kawasan kepulauan Filipina.
4. Manila Trench - Filipina
Selain patahan darat, Filipina juga memiliki ancaman besar dari zona subduksi di bagian barat, yakni Manila Trench. Wilayah ini dinilai berbahaya karena berpotensi memicu gempa besar di laut yang dapat disertai tsunami.
Foto: Puing dan puing mengelilingi Paroki Santa Catalina de Alejandria setelah gempa bumi sehari sebelumnya di kota Porac, provinsi Pampanga, Filipina, 23 April 2019. (REUTERS / Eloisa Lopez)
Puing dan puing mengelilingi Paroki Santa Catalina de Alejandria setelah gempa bumi sehari sebelumnya di kota Porac, provinsi Pampanga, Filipina, 23 April 2019. (REUTERS / Eloisa Lopez)
5. Sesar Sagaing - Myanmar
Myanmar memiliki Sesar Sagaing, yakni patahan aktif yang membujur panjang dari utara ke selatan hingga mendekati Laut Andaman. Sesar ini kerap dibandingkan dengan San Andreas Fault di Amerika Serikat karena sama-sama bertipe geser mendatar. Aktivitasnya menjadi salah satu sumber utama gempa kuat di Myanmar.
Foto: Cover Topik/ Gempa Myanmar/Aristya Rahadian
Gempa Myanmar
6. Sesar Laut Banda - Indonesia
Di kawasan timur Indonesia, sistem tektonik Laut Banda menjadi salah satu yang paling kompleks. Wilayah ini dipengaruhi kombinasi patahan dan subduksi yang membuat aktivitas seismiknya sangat tinggi. Karena itu, kawasan Maluku dan sekitarnya kerap masuk dalam peta rawan gempa nasional.
7. Sesar Palu-Koro - Indonesia
Patahan ini berada di Sulawesi Tengah dan dikenal sangat aktif. Sesar Palu-Koro menjadi salah satu contoh patahan yang memiliki laju geser tinggi, sehingga berpotensi memicu gempa kuat dalam waktu yang relatif singkat dibanding patahan yang lebih lambat.
8. Sesar Cimandiri - Indonesia
Jawa Barat juga memiliki sesar aktif yang perlu diwaspadai, salah satunya Cimandiri. Keberadaan sesar ini menjadi perhatian karena lokasinya berada di wilayah yang padat penduduk dan dipenuhi infrastruktur penting.
9. Sesar Baribis - Indonesia
Sesar Baribis membentang di sebagian wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah. Patahan ini mendapat perhatian besar karena potensi risikonya menyentuh kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi, termasuk wilayah penyangga ibu kota.
10. Sesar Citarik - Indonesia
Patahan ini melintasi sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk area sekitar Pelabuhan Ratu, Bogor, hingga Bekasi. Meski tidak selalu memicu aktivitas gempa besar secara rutin, keberadaannya tetap penting untuk dipantau karena pernah dikaitkan dengan sejumlah gempa merusak.
Keberadaan sesar-sesar aktif tersebut menunjukkan bahwa mitigasi bencana di Asia Tenggara tidak bisa dianggap remeh. Pemetaan sesar, pemantauan aktivitas tektonik, serta penguatan kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk menekan dampak saat gempa terjadi.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google

2 hours ago
2
















































