Wesly Silalahi sebut pendidikan punya peran strategis membentuk moral serta kualitas SDM. (Waspada.id/Diskominfosiantar)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
PEMATANGSIANTAR (Waspada.id): Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menuturkan pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter, moral serta kualitas sumber daya manusia. Karenanya, keberadaan lembaga pendidikan berbasis keagamaan memiliki kontribusi besar dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual dan etika.
Hal itu dikatakan Wesly saat menerima kunjungan dari Pemimpin Gereja yang ada di Kota Pematangsiantar di rumah dinasnya, Jalan MH Sitorus, Jumat (27/3/2026). Dia menyambut baik pertemuan tersebut, sebab Sapangambei Manoktok Hitei merupakan kota toleran kelima di Indonesia.
“Pertemuan ini sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan dan sinergi, serta membangun kolaborasi antara lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, dan pemerintah,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) I Sumatera Utara (Sumut)-Aceh Rustam Effendy Nainggolan mengapresiasi Wesly Silalahi yang telah memfasilitasi pertemuan dengan pemimpin gereja. Pria akrab disapa RE Nainggolan itu menuturkan pihaknya sedang mempersiapkan Rakernas, digelar di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), pada 15-17 Oktober 2026.
Menurutnya, MPK Indonesia sebenarnya sudah hampir berusia 76 tahun, hanya saja selama ini tidak terlalu dikenal. “Dan sekarang kita mulai gerakkan dengan misi transformasi sekolah kristen agar memiliki daya saing dan kreatif, menciptakan generasi berilmu dan berkarakter. Termasuk untuk sekolah kristen yang tidak di bawah gereja,” katanya.
Tidak hanya menciptakan generasi yang berilmu dan berkarakter, MPK juga menerapkan guru tidak sebatas mengajar, tetapi juga menjadi gembala. “Selama 5-15 menit guru harus bisa memberikan pelayanan rohani kepada anak didik,” ujar eks Bupati Taput itu.
Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar Muktar Panjaitan menerangkan di Sumut sudah terjadi disparitas [perbedaan,jarak] pendidikan kristen. Pendidikan kristen harus menjadi pilar untuk kemajuan bangsa melalui pembinaan pendidikan karakter.
“Pendidikan kristen harus bisa menjembatani anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan. Semoga MPK Wilayah Sumut-Aceh menjadi contoh bagi MPK provinsi lain,” tuturnya.
Bishop Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Pdt Humala Lumbantobing mengatakan perguruan kristen harus melakukan evaluasi dan refleksi. Apalagi banyak pergumulan yang dialami sekolah, termasuk rekrutmen pelajar. (Ata)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































