Warga RI Irit Makan di Warung Padang dan Pilih Menu Murah, Ada Apa?

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku Usaha Rumah Makan Padang melihat adanya tren pergeseran perilaku konsumsi Nasi Padang di kalangan pelanggan. Jika sebelumnya menu masakan Padang favorit pelanggan adalah rendang, tunjang, daging cincang, dan ikan, kini mereka cenderung memilih menu dengan harga terjangkau.

Menurut cerita pedagang, sebagian pelanggan cenderung membeli menu masakan Padang dengan harga sekitar Rp 15.000 sampai Rp 20.000. Biasanya, menu di kisaran harga tersebut berisi nasi, telur dadar, ayam dan sayur.

"Iya kadang-kadang sih nyari yang paketan Rp 15.000 gitu," ungkap Ijan, seorang pelaku usaha Rumah Makan Padang di Tebet kepada CNBC Indonesia, Selasa (9/6/2026).

Bersamaan dengan itu, Ijan menilai, kondisi daya beli masyarakat juga mulai turun. Hal ini terlihat dari penurunan omzet nasi Padang yang mencapai lebih dari 10% dalam beberapa waktu terakhir.

Bahkan, lanjut Ijan, biasanya menu-menu masakan Padang di tempatnya sudah habis sekitar pukul 14.00 WIB siang, tetapi sekarang sudah tidak seperti itu. Dahulu Rumah Makan Padang yang dikelolanya juga kerap diramaikan pengunjung saat jam makan siang. Namun, sekarang kondisinya tampak biasa saja.

Masih di kawasan Tebet, pelaku usaha Rumah Makan Padang lainnya, Ridwan mengaku mendapati beberapa pengunjung cenderung memilih menu yang irit ketika pertengahan hingga akhir bulan. Pada periode tersebut, biasanya para pembeli Nasi Padang lebih memilih menu seperti nasi telur, nasi perkedel, dan nasi terong seharga Rp 18.000.

"Sejauh ini sih tengah bulan biasanya ya sampai ke akhir sepi, biasanya ngirit mereka," ungkap Ridwan saat ditemui CNBC Indonesia.

Saking iritnya, lanjut Ridwan, kerap kali ia mendapatkan pengunjung yang hanya membeli sayur dan sambal tanpa nasi untuk dibawa pulang. Di sisi lain, ada juga pembeli yang hanya ingin membeli lauknya saja untuk dibagi-bagi dengan keluarganya di rumah.

Kondisi Rumah Makan Padang di Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)Kondisi Rumah Makan Padang di Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia) Foto: Kondisi Rumah Makan Padang di Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)

"Kalau di Nasi Padang kan dia akumulasinya sayur tuh free dan dia udah di-include dari orang beli lauk," jelasnya.

Beda halnya jika terjadi pada awal bulan atau periode gajian, para pengunjung Rumah Makan Padang banyak yang membeli paket nasi ikan, daging cincang, rendang hingga tunjang. Menu-menu premium tersebut biasanya dibanderol sekitar Rp 20.000-an ke atas.

Mayoritas pengunjung juga membeli menu paket lengkap seharga Rp 27.000 yang berisi nasi, satu jenis lauk, sayur dan sambal. Sayangnya, penjualan menu-menu paket tersebut mulai berkurang saat pertengahan hingga akhir bulan.

Bergeser ke kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Taufik seorang pelaku usaha Rumah Makan Padang turut merasakan adanya penurunan penjualan Nasi Padang di tempatnya. Ia melihat adanya pergeseran menu paket yang dipilih oleh masyarakat. Sebelumnya, kebanyakan pelanggan datang membeli nasi rendang, nasi ayam hingga lauk-lauk mewah lainnya.

Namun, saat ini banyak pelanggan cenderung memilih membeli menu yang murah seperti nasi telur, nasi perkedel, hingga nasi kentang balado. Bahkan, ada juga yang biasanya membeli rendang mulai beralih ke menu ayam.

Taufik juga menjelaskan, saat ini menu makanan seperti Kepala Kakap, Cumi, serta menu berbahan dasarnya mahal lainnya agak sulit dijual secara optimal. Melihat kondisi itu, ia memutuskan untuk mengurangi porsi penyajian.

Sebagai contoh, tadinya Taufik menjual 6-7 kepala kakap, namun sekarang hanya setengahnya alias hanya tiga kepala kakap. Untuk Nasi Padang dengan menu kepala kakap sendiri dibanderol seharga Rp 50.000.

Di sisi lain, Andi, seorang pelanggan Rumah Makan Padang mengaku masih membeli Nasi Padang lantaran menunya relatif beragam dan porsinya banyak. Meski demikian, dalam kondisi ekonomi saat ini, ia mulai berhemat saat membeli makanan, mengingat harga kebutuhan hidup lainnya sudah semakin tinggi.

"Kalau sekarang sih udah mulai diirit-irit ya. Mungkin nasi sama telur udah cukuplah itu," jelasnya.

Dirinya bilang, beberapa menu makanan di Rumah Makan Padang yang pernah dikunjunginya memang sudah ada yang mengalami kenaikan harga. Dari situ, ia senantiasa memperhatikan anggaran yang tersedia sebelum memutuskan membeli Nasi Padang.

"Karena kan porsinya juga besar, dapet sayurnya gratis. Minumnya juga gratis. Iya masih worth it sampai sekarang. Tinggal menunya aja yang disesuaikan," terangnya.

Dalam kesempatan terpisah, seorang pelanggan setia Nasi Padang, Sarah mengaku masih sering membeli masakan Padang. Selain rasanya enak, jaraknya pun masih tergolong dekat dari kediamannya.

Dia mengaku, ketika membeli Nasi Padang di dekat rumahnya, belum ada kenaikan harga yang signifikan. Bahkan, ke depannya ia kemungkinan masih akan terus membeli masakan Padang sebagai lauk utama.

"Saya memilih makanan di Rumah Makan Padang masih sesuai selera," tandasnya.

(wur/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |