Jakarta, CNBC Indonesia - Banyaknya layanan video streaming tak membuat semua masyarakat ingin berlangganan. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang setia menggunakan streaming ilegal.
Tren ini jelas merugikan industri terkait streaming resmi. Di Inggris sendiri, streaming ilegal tercatat merugikan industri olahraga, televisi, dan film setempat mencapai 1,4 miliar poundsterling (Rp33,5 triliun) per tahun.
Jumlah kerugian terbesar dialami siaran langsung olahraga. Laporan yang didukung Sky, BBC, Premier League, Formula 1, dan Kepolisian Kota London mencatat kerugiannya mencapai 700 juta poundsterling (Rp16,7 triliun) dan pembajakan film dan TV sebesar 653 juta poundsterling (Rp15,6 triliun).
Laporan itu juga menghitung dampak streaming ilegal sama dengan sekitar 10.400 lapangan kerja yang hilang di seluruh industri, termasuk 366 juta poundsterling pajak yang hilang per tahun.
Inggris juga mencatat banyaknya pengguna streaming ilegal. Laporan yang sama menemukan satu dari tiga orang dewasa di negara itu menggunakan layanan streaming ilegal selama tiga bulan terakhir.
Jumlah penggunanya sekitar 16,8 juta orang dewasa yang tercatat di negara tersebut, dikutip dari Traders Union, Rabu (2/9/2026).
Sementara itu, tercatat hampir 9 dari 10 merupakan pembajak aktif streaming film dan televisi. Untuk streaming ilegal olahraga berkisar 3 dari 5 orang.
Anggota parlemen dan ketua kelompok parlemen lintas partai untuk kekayaan intelektual, Sir John Whittingdale, mengatakan temuan ini harus jadi peringatan. Dia juga mengingatkan pencurian kekayaan intelektual dan streaming ilegal adalah ancaman serius dan perlu ditindak segera.
Pemerintah juga diminta kelompok BeStreamWise bekerja sama dengan industri untuk menolak pembajakan, dalam hal ini mempersulit akses dan mengurangi ketersediaan konten ilegal yang ada di Inggris.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
3

















































