Indonesia-Australia Kolaborasi Kembangkan Budidaya Perikanan Tematik

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dan Australia berencana meningkatkan kerja sama perikanan, khususnya di bidang teknologi budidaya untuk menjaga ketahanan pangan di dua negara. Teknologi yang dimaksud adalah mini Recirculating Aquaculture System (RAS).

Teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung program budidaya darat tematik yang siap dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di ratusan desa perikanan potensial di Indonesia.

"Saya sudah melihat langsung bagaimana sistem RAS ini berjalan di Tasmania untuk meningkatkan produktivitas perikanan budidaya di sana. Di Indonesia kami siap mengembangkan 40.000 unit mini-RAS untuk diterapkan di ratusan desa di Indonesia," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026).

Mini RAS sendiri merupakan sistem budidaya yang memungkinkan pengelolaan dan penggunaan kembali air dalam sistem produksi sehingga kondisi lingkungan pemeliharaan dapat dikendalikan secara lebih optimal. Melalui penerapan teknologi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi kegiatan budidaya.

Adapun komoditas perikanan budidaya tematik yang siap dikembangkan saat ini menggunakan teknologi mini RAS adalah nila dan lele. Namun ke depan, KKP juga berencana mengembangkan budidaya perikanan untuk komoditas pangasius, barramundi, grouper, hingga jade perch.

Di sisi lain, Trenggono menjelaskan, peningkatan kerja sama budidaya diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Harapan kami peningkatan kerja sama perikanan ini tidak sebatas investasi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas produksi, transfer teknologi, dan keberlanjutan ekosistem yang dibangun,"ungkap Trenggono.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier menyampaikan bahwa Australia memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi dan industri budidaya perikanan yang dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan dengan Indonesia. Pengalaman tersebut, termasuk dalam hal riset untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak lingkungan.

"Kerja sama Indonesia dan Australia sangat penting. Semoga ke depannya Indonesia dan Australia dapat melihat kekuatan masing-masing agar dapat bersama-sama membangun serta menjaga ekosistem dan ketahanan pangan," pungkas Rod Brazier.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |