Seorang ibu rumah tangga H. Br Situmeang, 48, menyampaikan harapan kepada Presiden Republik Indonesia agar dapat memperhatikan kondisi mereka. Waspada.id/tangkapan layar video kiriman warga
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
Aksi dipicu kekecewaan terkait penanganan bencana dan keputusan pemberhentian kepala desa
BARUS, Tapanuli Tengah (Waspada.id): Massa sekitar seratusan warga Kecamatan Barus melakukan aksi massa dengan menolak kedatangan Bupati Tapanuli Tengah pada Sabtu (03/01/2026).
Aksi ini muncul sebagai bentuk protes terhadap penonaktifan Kepala Desa Ujung Bati, yang dinilai oleh warga telah aktif membantu masyarakat selama kejadian banjir.
Warga menyampaikan bahwa Kepala Desa Ujung Batu turun langsung membantu warga saat bencana melanda, sementara mereka mengaku tidak melihat kehadiran Bupati dan Camat Barus di lokasi. Hal ini membuat keputusan penonaktifan dianggap tidak sesuai dengan kenyataan yang dialami masyarakat.
“Ini logika terbalik! Kepala desa kami selalu bersama kami siang malam saat banjir. Camat dan Bupati tidak pernah hadir. Tapi yang dipecat justru kepala desa kami!” ujar R. Manullang dalam aksi tersebut.
Selama aksi, massa membentangkan spanduk dan meneriakkan isi hati terkait kebijakan yang diambil. Mereka juga menyampaikan penolakan terhadap kedatangan Bupati ke wilayah Barus.
Seorang ibu rumah tangga H. Br Situmeang, 48, menyampaikan harapan kepada Presiden Republik Indonesia agar dapat memperhatikan kondisi mereka.
“Pak Presiden, tolong kami! Kepala desa kami bekerja, bupati dan camat tidak! Tapi kepala desa kami yang dihukum! Ini ketidakadilan!” ucap ibu H. Situmeang dengan nada memohon.
Menurut warga, penanganan bencana di Kecamatan Barus berjalan lambat, kurang terkoordinasi, dan belum optimal. Pemerintah daerah dinilai belum maksimal menjalankan fungsi perlindungan terhadap masyarakat, sementara keputusan penonaktifan Kadus dianggap tidak sesuai dengan ekspektasi warga yang melihat sosoknya sebagai pemimpin yang berpihak pada rakyat.
“Kalau pemimpin yang bersama rakyat dipecat, lalu siapa lagi yang akan berani membela kami?” ujar seorang tokoh masyarakat Barus.
Sehari seebelumnya Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasribu terlihat di Kecamatan Tukka sedang memantau pengerukan sungai pasca bencana banjir di kabupaten itu.
Hingga pelaksanaan aksi, belum ada penjelasan resmi dari Bupati Tapteng maupun Camat Barus terkait alasan penonaktifan dan tanggapan terhadap protes warga. Camat Barus saat dicoba konfirmasi Waspada.id Sabtu (3/1/26) malam via chat whatsApp belum merespon. Kondisi ini membuat sebagian warga semakin meragukan kepemimpinan daerah terkait.
Aksi ini menjadi bentuk ekspresi dari masyarakat terhadap harapan mereka akan pemimpin yang hadir dan bekerja sama dengan rakyat, terutama dalam menghadapi situasi sulit seperti bencana. (Tnk)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































