Ukuran Font
Kecil Besar
14px
NEW YORK (Waspada.id): Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street ditutup menguat tajam pada perdagangan Jumat (17/4/2026), didorong meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu optimisme investor global.
Melansir CNBC Internasional, Indeks S&P 500 melonjak 1,2% ke level 7.126,06, menembus angka psikologis 7.100 untuk pertama kalinya sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
Kenaikan serupa juga terjadi pada Nasdaq Composite yang melesat 1,52% ke 24.468,48. Indeks ini bahkan mencatat reli 13 hari berturut-turut—terpanjang sejak 1992—yang mencerminkan kuatnya sentimen positif di sektor teknologi.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melonjak signifikan sebesar 868,71 poin atau 1,79% ke posisi 49.447,43. Indeks saham berkapitalisasi kecil, Russell 2000, juga mencetak rekor baru setelah naik lebih dari 2%.
Reli pasar dipicu oleh meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya setelah Iran memastikan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi jalur pelayaran internasional selama periode gencatan senjata.
Pernyataan ini muncul setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump, dengan durasi awal selama 10 hari.
Langkah tersebut langsung meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia.
Harga Minyak Anjlok Tajam
Meredanya risiko geopolitik berdampak langsung pada pasar energi. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate anjlok hampir 12% ke US$83,85 per barel. Sementara minyak Brent turun sekitar 9% ke US$90,38 per barel.
Penurunan ini mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global, meskipun ketidakpastian masih membayangi terkait potensi pembatasan jalur bagi negara-negara tertentu.
Pulihnya akses di Selat Hormuz mendorong lonjakan saham-saham yang sebelumnya tertekan, khususnya di sektor transportasi dan pariwisata. Saham Boeing naik sekitar 2%, sementara Royal Caribbean melonjak hingga 7%.
Di sektor teknologi dan konsumsi, saham Amazon dan Airbnb juga mencatatkan penguatan seiring meningkatnya kepercayaan pasar.
Chief Market Strategist Ameriprise Financial, Anthony Saglimbene, menilai investor mulai meninggalkan skenario terburuk konflik di Timur Tengah.
“Pasar melihat peluang penyelesaian konflik serta Selat Hormuz tetap terbuka. Selama kondisi ini bertahan, pasar akan terus merespons positif,” ujarnya.
Sepanjang pekan ini, optimisme tersebut telah mendorong kenaikan signifikan di bursa AS, dengan Dow Jones naik 3,2%, S&P 500 melonjak 4,5%, dan Nasdaq melesat 6,8%.
Meski demikian, Saglimbene mengingatkan bahwa fase kenaikan cepat kemungkinan telah berakhir. Ke depan, terutama untuk saham teknologi raksasa, pasar membutuhkan dukungan kinerja keuangan yang solid agar tren positif tetap terjaga. (invid)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

















































