TOBA (Waspada.id): Wakil Bupati Toba, Audi Muphy Sitorus beserta Ibu Riama Audi Murphy Sitorus meninjau langsung proses pencarian korban tenggelam di Air Terjun Situmurun, Prater Critopel Rustam Muda 2, 21, mahasiswa Fakultas Filsafat Unika St.Thomas Medan, Selasa (14/4/2026).
Kehadirannya di lokasi disambut Kepala BPBD Kabupaten Toba, Sikkat Sitompul beserta Koordinator Basarnas Erikson Gultom.
Diketahui, korban sebelumnya melakukan kunjungan wisata bersama rombongan mahasiswa didampingi dosen Pastor Hadiyono, Sabtu (11/4) sekira pukul 12.00 WIB. Korban bersama rekannya langsung melompat dari kapal dan berenang di danau, lalu naik ke atas. Kejadian berulang hingga ketiga kalinya, di saat itulah korban mengalami kram kaki dan tenggelam. Rekannya berusaha memberikan pertolongan, sayangnya, satu meter sebelum sampai, korban sudah tenggelam dan tidak dapat ditemukan lagi.
Hingga pencarian hari keempat, tim Basarnas bersama BPBD Kabupaten Toba, dan bantuan penyelam dari Aquafarm bersama-sama melakukan pencarian.
Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus melakukan rapat koordinasi pencarian korban bersama Basarnas, BPBD, TNI, Polri, ralawan dan keluarga korban. Waspada.id/Ramsiana GultomWakil Bupati Toba, turun ke lokasi meninjau proses pencarian dan berkoordinasi langsung dengan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan dan keluarga korban.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Toba berharap dapat memaksimalkan segala upaya pencarian sehingga korban secepatnya ditemukan.
Kepada keluarga korban, dia berpesan agar tetap sabar dan kuat.
“Sebagai manusia tentu bukan mudah menerima ini, tapi sebagai anak yang sudah kita serahkan kepada Tuhan, keluarga harus siap bilamana hal terburuk terjadi hingga batas waktu pencarian, korban tidak juga ditemukan,” ujar Audi Murphy Sitorus.
Koordinator Basarnas Danau Toba, Erikson Gultom ketika ditemui di lokasi menyebutkan pihaknya sejak hari pertama telah berupaya maksimal melakukan pencarian korban.
“Kita telah melakukan penyisiran bawah air dengan melakukan penyelaman, sayangnya sampai saat ini belum berhasil,” ujar Erikson.
Dalam melakukan proses pencarian, pihaknya menyisir permukaan air hingga radius 1,5 mil, sedangkan untuk penyisiran di bawah air hingga radius 200 meter dengan melibatkan penyelam dari Basarnas dan bantuan penyelam dari Aquafarm.
Dalam melakukan proses pencarian, Erikson mengaku para penyelam mengalami kendala, salah satunya kondisi air terjun yang keruh sehingga mengganggu penglihatan para penyelam. Selain itu, kondisi tebing dan palung yang sangat dalam mengakibatkan keterbatasan kemampuan penyelam untuk menemukan korban.
Basarnas sendiri telah memasang alat berupa AquaEye yang berfungsi untuk mendeteksi bentuk tubuh manusia dan sonar yang berfungsi untuk mengukur kedalaman danau.
Dari hasil pengukuran sonar, di sekitar lokasi kejadian kedalaman Danau Toba mencapai 107 meter.
“Di sebelah sana (kiri air terjun) ada palung yang memiliki tebing batu seperti batu di air terjun ini, jadi itu juga menjadi salah satu kendala kita, sementara kemampuan penyelam kita hanya sampai 40 meter di bawah permukaan air,” imbuhnya.
Pencarian hari keempat berakhir pukul 17.00 WIB. Pencarian akan terus berlanjut hingga hari ketujuh. Semua pihak berharap korban dapat ditemukan sebelum masa pencarian berakhir.
Ibu korban, Nuriani Sitompul, 48, kepada Waspada.id menceritakan bahwa korban merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Korban dikenal sebagai sosok yang paling balik dan ramah.
Wakil Bupati Toba, Audi Murphy Sitorus saat berbincang dengan ibu korban, Nuriani Sitompul di dalam kapal sesaat sebelum bertolak kembali ke Balige. Waspada.id/Ramsiana GultomSesaat sebelum tiba di lokasi, korban melakukan video call dengan ibunya. Sepanjang perjalanan korban selalu memuji keindahan Danau Toba.
“Dia terharu dan memuji keindahan danau Toba. Dia bilang cantik kali kampung mama, dan berjanji akan mengajak saya dan keluarga untuk berlibur kembali ke air terjun Situmurun,” tuturnya.
Nuraini Sitompul mengaku kondisi kaki korban sebelumnya sempat mengalami kecelakaan saat bermain bola dan masih dalam proses pemulihan. Diduga kuat, kram kaki yang dialaminya dipicu kakinya yang belum pulih total.
“Saya harus belajar mengiklaskannya, meskipun jauh di hati saya sangat berharap bisa menemukan dan membawa pulang jenazahnya,” imbuhnya.
Tak luput, dia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras melakukan pencarian korban.
“Jika ada di atas terima kasih, sudah sepatutnya saya haturkan. Terima kasih buat seluruh tim yang sudah bekerja keras, juga kepada masyarakat Toba dan Pak Wakil Bupati yang telah hadir langsung di sini,” pungkasnya. (Id52)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

















































