Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bidang Teknologi Pendidikan, Ir. Moch. Abduh, MS.Ed, Ph.D bersama Sekdis Disdikbud Aceh Besar, Fahrurrazi S tinjau MBG di SMPN 1 Lampeuneurut, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (08/04/2026). (Waspada.id/Ist)
Ukuran Font
Kecil Besar
14px
KOTA JANTHO (Waspada.id): Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Sekdisdikbud) Aceh Besar, Fachrurrazi, SE, mendampingi Staf Ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bidang Teknologi Pendidikan, Ir. Moch. Abduh, MS.Ed, Ph.D meninjau penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya evaluasi dan penguatan implementasi program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik di tingkat sekolah dasar. Peninjauan dilakukan di sejumlah sekolah yang menjadi sasaran program MBG.
Tim kementerian bersama jajaran Pemkab Aceh Besar melihat langsung proses distribusi makanan, kualitas menu yang disajikan, serta mekanisme pengawasan yang diterapkan oleh pihak sekolah. Selain itu, mereka juga berdialog dengan para guru dan siswa untuk memperoleh masukan terkait pelaksanaan program di lapangan.
Pada kesempatan tersebut, Fachrurrazi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyambut baik pelaksanaan program MBG sebagai langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak. Menurutnya, program ini tidak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan konsentrasi dan prestasi belajar.
“Kami di daerah sangat mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis ini. Dari hasil pemantauan sementara, kami melihat adanya dampak positif terhadap semangat belajar siswa. Mereka terlihat lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran setelah mendapatkan asupan gizi yang cukup,” ujar Fachrurrazi.
Siswa SMPN 1 Lampeuneurut membawa nasi MBG di SMPN 1 Lampeuneurut, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Selasa (08/04/2026). (Waspada.id/Ist)Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya memastikan program berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan dinas kesehatan dan pihak sekolah, menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pelaksanaan program.
“Kami melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga, baik dari sisi kebersihan, kandungan gizi, maupun ketepatan waktu distribusi. Ini penting agar tujuan program benar-benar tercapai,” lanjutnya.
Apresiasi
Sementara itu, tim kementerian mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam mengimplementasikan program MBG. Mereka menilai koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pihak sekolah menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.
Selain melakukan peninjauan, tim juga memberikan sejumlah rekomendasi guna meningkatkan efektivitas program. Di antaranya adalah perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan makanan, serta optimalisasi sistem pelaporan berbasis digital untuk memudahkan monitoring dan evaluasi.
Para kepala sekolah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan harapan agar program MBG dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan gizi tinggi. Mereka juga berharap adanya dukungan tambahan dalam hal sarana dan prasarana penunjang.
Kegiatan peninjauan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyempurnakan pelaksanaan program MBG ke depan. Dengan sinergi yang kuat antara berbagai pihak, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (id67)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.


















































