Taufan Agung Ginting: PDI-P Jadi Kekuatan Ideologi Yang Tak Tergoyahkan Oleh Badai

23 hours ago 5
Medan

8 Januari 20268 Januari 2026

 PDI-P Jadi Kekuatan Ideologi Yang Tak Tergoyahkan Oleh Badai Ir. Taufan Agung Ginting, MSP. Waspada.id/ist

Ukuran Font

Kecil Besar

14px

MEDAN (Waspada.id): Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan pada 10 Januari, tokoh senior PDI Perjuangan Sumatera Utara Ir. Taufan Agung Ginting, MSP, menyampaikan refleksi mendalam mengenai kekuatan ideologis partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Menurut Taufan, PDI Perjuangan bukan sekadar partai politik elektoral, melainkan kekuatan ideologi rakyat yang lahir dari sejarah panjang perjuangan, mulai dari fusi partai tahun 1973 hingga peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996.

“PDI Perjuangan memiliki akar ideologi Pancasila 1 Juni 1945 yang sangat kuat. Sejarah perjuangan inilah yang membuat partai ini tidak mudah dikalahkan, meski terus diterpa berbagai serangan politik,” ujar Taufan di Medan, Kamis (8/1).

Mantan Wakil Sekretaris DPD PDI Sumut (1994–1996), itu menegaskan bahwa sejak awal PDI Perjuangan merupakan wadah perjuangan kaum Marhaen dan loyalis Bung Karno, yang berjuang bukan semata untuk kekuasaan, tetapi untuk keadilan sosial dan kedaulatan rakyat.

Tidak Bergantung pada Figur

Menanggapi dinamika internal dan narasi yang menyebut PDI Perjuangan akan melemah tanpa figur tertentu, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Taufan dengan tegas membantah anggapan tersebut.

Menurut mantan Sekretaris DPD PDI Pro Mega/PDI Perjuangan Sumut (1996–2000) ini. kekuatan PDI Perjuangan terletak pada rakyat, militansi kader, serta kesetiaan pada garis ideologi partai yang dipimpin oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, bukan pada satu individu.

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah, Jas Merah. Tanpa reformasi, tidak akan ada anak petani bisa menjadi bupati atau tukang kayu menjadi presiden. Kekuatan PDI Perjuangan adalah kekuatan rakyat yang mengakar sampai ke desa-desa,” tegas mantan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, ini.

Ia menambahkan, kemenangan PDI Perjuangan dalam pemilu legislatif secara berturut-turut sejak 1999 hingga 2024 menjadi bukti bahwa partai ini tetap solid dan dipercaya rakyat.

Dorong Konsolidasi

Dalam refleksinya, Taufan juga mengingatkan pentingnya konsolidasi organisasi dan regenerasi kader. Ia menilai masih ada tantangan dalam menyatukan pemahaman ideologis antara struktur pusat dan kader muda di daerah.

Karena itu, ia mendorong penguatan organisasi melalui Konferensi Daerah dan Konferensi Cabang agar militansi kader tetap terjaga.

“Tidak boleh ada kubu-kubuan, tidak boleh ada kelompok-kelompok di dalam partai. Semua kader harus satu barisan dan patuh pada garis perjuangan partai. Satyam Eva Jayate, pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang,” ujarnya.

Aksi Nyata Kemanusiaan

Sebagai bukti konkret bahwa ideologi kerakyatan PDI Perjuangan bukan sekadar slogan, Taufan menyinggung aksi cepat partai dalam menangani bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025.

Di tengah polemik penetapan status bencana, PDI Perjuangan langsung mengirimkan bantuan kemanusiaan, termasuk Kapal Malahayati sebagai rumah sakit apung, bantuan logistik, ambulans, serta tim medis, yang dikoordinasikan oleh kader-kader partai.

“Ibu Megawati tanpa banyak bicara dan tanpa gimmick media sosial, langsung memerintahkan pengiriman bantuan. Ini adalah cerminan nilai kemanusiaan universal yang menjadi roh perjuangan PDI Perjuangan,” pungkas Taufan. (id06)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |