Sesumbar Trump Serang Pulau Minyak Iran: Untuk 'Bersenang-senang'

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melakukan serangan tambahan ke Pulau Kharg, Iran, yang merupakan pusat ekspor minyak utama negara tersebut. Trump menyatakan bahwa militer AS mungkin akan kembali menggempur fasilitas tersebut hanya untuk sekadar hiburan setelah serangan sebelumnya diklaim telah meluluhlantakkan hub minyak itu.

"Kami mungkin akan memukulnya beberapa kali lagi hanya untuk bersenang-senang," kata Trump kepada NBC News pada Sabtu, (14/03/2026).

Pernyataan Donald Trump ini menandai eskalasi baru setelah sebelumnya ia hanya menargetkan situs militer di pulau tersebut. Selain ancaman serangan, Trump juga mendesak negara-negara sekutu untuk mengerahkan kapal perang guna mengamankan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pasokan energi global.

"Negara-negara di Dunia yang menerima Minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut, dan kami akan membantu - SANGAT BANYAK!" tulis Trump di media sosial.

Donald Trump menambahkan bahwa koordinasi dengan negara-negara tersebut akan dilakukan untuk memastikan stabilitas jalur pelayaran tetap terjaga.

"AS juga akan berkoordinasi dengan Negara-negara tersebut sehingga semuanya berjalan cepat, lancar, dan baik," lanjut Trump.

Merespons hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Iran akan membalas setiap serangan yang menyasar fasilitas energinya. Araghchi juga menuding AS meluncurkan serangan ke Pulau Kharg dari wilayah Uni Emirat Arab (UEA), yaitu dari Ras Al-Khaimah dan lokasi yang dekat dengan Dubai.

"Iran akan menanggapi setiap serangan terhadap fasilitas energinya," ujar Araghchi kepada MS NOW.

Abbas Araghchi menyebut penggunaan wilayah kedaulatan negara tetangga oleh AS sebagai tindakan berbahaya. Meskipun demikian, ia menyatakan pihak Teheran akan tetap berupaya menghindari jatuhnya korban sipil di wilayah Uni Emirat Arab dalam melakukan aksi balasan.

"Kami akan mencoba berhati-hati untuk tidak menyerang daerah berpenduduk di sana," tambah Araghchi.

Sementara itu, penasihat diplomatik Presiden UEA, Anwar Gargash merespons klaim tersebut dengan menyatakan bahwa negaranya memiliki hak untuk membela diri. Namun, Gargash menekankan bahwa UEA tetap mengedepankan akal sehat dan menahan diri di tengah situasi panas ini.

"Tetap memprioritaskan alasan dan logika, serta terus menahan diri," tulis Gargash di media sosial.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Minggu telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke Israel serta tiga pangkalan AS di kawasan tersebut. Serangan ini diklaim sebagai balasan atas tewasnya 15 pekerja dalam serangan rudal di kawasan industri Isfahan pada Sabtu lalu.

Perang yang diluncurkan Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sejak 28 Februari 2026 ini telah menewaskan lebih dari 2.000 orang. Mayoritas korban tewas tercatat berada di wilayah Iran menurut laporan pemerintah dan media pemerintah setempat.

(tps/tps)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |