Saingan McDonald's Bangkrut, Puluhan Gerai Terancam Tutup

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Jaringan restoran cepat saji Carl's Jr., salah satu pesaing utama McDonald's di Amerika Serikat (AS), menghadapi tekanan bisnis serius setelah pemegang waralaba terbesarnya di California mengajukan perlindungan kebangkrutan.

CEO Sun Gir, Harshad Dharod, yang mengoperasikan 65 gerai Carl's Jr. melalui Friendly Franchisees Corporation, berencana menutup 10 restoran dan menjual 49 lokasi lainnya di California sebagai bagian dari proses kebangkrutan Chapter 11.

"Kondisi bisnis memburuk secara signifikan dalam dua tahun terakhir sehingga perusahaan kekurangan dana tunai untuk membayar upah, sewa, persediaan, dan asuransi," kata Dharod dalam dokumen pengadilan kepailitan yang diajukan pada April lalu.

Menurut National Franchise Sales, Dharod yang telah mengelola grup waralaba Carl's Jr. sejak tahun 2000 itu mengaku tekanan biaya operasional membuat bisnisnya semakin sulit dipertahankan. Ia bahkan menyalahkan kenaikan upah minimum California menjadi US$20 (sekitar Rp354.000) per jam sebagai salah satu faktor utama yang memperparah kondisi keuangan perusahaan.

Meski masih membukukan pendapatan lebih dari US$6 juta (Rp106,2 miliar) per bulan, jaringan restoran yang dikelolanya mengalami kerugian lebih dari US$600.000 (Rp10,62 miliar) per bulan sepanjang tahun ini. Tekanan arus kas tersebut membuat Dharod harus meminta izin khusus dari pengadilan agar dapat menggunakan kas operasional harian untuk membiayai kegiatan bisnis dan menghindari penutupan total.

Dalam wawancaranya dengan Los Angeles Times, Dharod menilai beban biaya tenaga kerja yang meningkat akibat kebijakan upah minimum California membuat pengeluaran perusahaan sulit ditutupi. Ia juga mengkritik minimnya dukungan dari pihak Carl's Jr. terhadap para pemegang waralaba.

Sebagian besar gerai yang terdampak berada di wilayah Los Angeles County, sementara sisanya tersebar di California Utara. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan proses penjualan gerai diperkirakan rampung pada akhir musim panas tahun ini, meski jadwal resminya belum diumumkan.

Di tengah proses restrukturisasi tersebut, nasib para pekerja disebut masih relatif aman. Juru bicara perusahaan mengatakan bahwa dalam hampir seluruh kasus pengalihan kepemilikan waralaba, manajer maupun karyawan tetap dipertahankan oleh pemilik baru.

Sementara itu, pihak Carl's Jr. menegaskan bahwa kebangkrutan ini hanya terkait kondisi bisnis pemegang waralaba yang bersangkutan dan tidak memengaruhi operasional gerai Carl's Jr. lainnya.

Carl's Jr. sendiri merupakan jaringan restoran cepat saji yang berdiri sejak 1941 dan dikenal sebagai salah satu pesaing McDonald's di pasar makanan cepat saji AS. Namun, meningkatnya persaingan industri, perubahan preferensi konsumen, serta lonjakan biaya operasional membuat sejumlah operator waralaba menghadapi tantangan yang semakin berat dalam beberapa tahun terakhir.

(tfa/tfa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |