Jakarta, CNBC Indonesia - Serangga penyerbuk yang dibawa dari Afrika ternyata dapat meningkatkan produktivitas di Indonesia. Salah satunya yang berasal dari Tanzania ternyata meningkatkan produktivitas kelapa sawit tanah air hingga 10-15%.
Penggunaan serangga penyerbuk itu bagian dari program peningkatan produktivitas yang dijalankan industri sawit nasional, dalam hal ini oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki).
"Kita itu sudah berjalan program peningkatan produktivitas, dengan melakukan introduksi serangga penyerbuk. Pertama ini dari Tanzania, dan juga sumber daya genetik. sumber daya genetik itu juga dari Tanzania, sekarang yang sedang kita berjalan adalah dengan Zambia, ini sedang proses," kata Ketua Umum Gapkki, Eddy Martoni dalam konferensi pers pada Maret lalu.
Penggunaan serangga penyerbuk dari Tanzania diharapkan membuat proses pembentukan kelapa sawit lebih sempurna. Pada akhirnya berdampak pada peningkatan produksi.
Dampak pelepasan serangga penyerbuk diperkirakan bisa terlihat dalam waktu cepat. Setidaknya sekitar enam bulan, ungkap Eddy.
Untuk tahap awal, pelepasan serangga penyerbut dilakukan terbatas pada lingkungan anggota Gapki. Berikutnya baru akan dilepas secara luas ke masyarakat.
"Tapi memang ini sekarang pelepasannya terbatas. Belum semua. masih di anggota-anggota konsorsium Gapki, yang nanti setelah itu baru kita mulai lepas secara ini ke masyarakat juga," ucapnya.
Pengembangan sumber daya genetik baru juga diyakini bisa meningkatkan produktivitas kebun sawit selain dengan serangga penyerbuk. Eddy memperkirakan peningkatannya bisa mencapai dua kali lipat.
"Dengan sumber daya genetik baru, harusnya bisa meningkat lebih tinggi lagi. Karena kenapa? yang tadinya mungkin hanya 24 ton TBS (Tandan Buah Segar) per hektare per tahun, bisa meningkat 2 kali lipat," ujarnya.
Eddy mengatakan pihaknya telah bertemu dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman membahas program peningkatan produktivitas. Termasuk rencana pelepasan serangga penyerbuk dan sumber daya genetik terbaru.
Gapki juga berencana meminta Amran melakukan peresmian pelepasan. Diperkirakan pelepasan serangan penyerbuk dan sumber daya genetik dilakukan pada bulan April di Medan Sumatra Utara.
"Nah beliau Alhamdulillah sepertinya beliau berkenan, nanti kita atur waktunya kapan. Tetapi rencana setelah Lebaran. Setelah Lebaran, kira April, kita akan lepas serangga penyerbuk dan juga sumber daya genetik," kata Eddy.
(dem/dem)
Addsource on Google

3 hours ago
1















































