ACEH TAMIANG (Waspada.id): Kabupaten Aceh Tamiang yang dimekarkan dari kabupaten induk Aceh Timur kini sudah berusia 24 tahun. Dalam usia yang meranjak remaja ini, berbagai program pembangunan terus digalakkan dari berbagai sektor.
Namun, dalam peringatan Hari Jadi ke 24 Kabupaten Aceh Tamiang dan tahun ini diperingati 10 April 2026 masih terbesit suasana duka, karena daerah luluh lantak dihantam banjir bandang akhir November 2025 lalu.
Meski suasana yang belum kondusif, prosesi peringatan Hari Jadi Kabupaten ujung timur Aceh ini ditandai dengan Paripurna Istimewa yang dilaksanakan DPRK Aceh Tamiang pada Kamis (9/4) di ruang sidang utama DPRK setempat.
Sidang Paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH didampingi Wakil ketua dan anggota Dewan, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, unsur SKPK, Datok Penghulu, lembaga swadaya dan tokoh masyarakat. Tampak dalam sidang paripurna tersebut terlihat diwarnai dengan baju adat Melayu.
Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon SH, mengapresiasi perjalanan pembangunan daerah yang terus menunjukkan kemajuan dari tahun ke tahun. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada pemerintah Aceh Tamiang atas kerja keras dan komitmennya dalam mendorong pembangunan, pelayanan publik, serta pemulihan pasca bencana.
“Kita masih diselimuti suasana pasca banjir bandang dan suasana Hari Raya idul Fitri 1447 H ,kami atas nama DPRK Aceh Tamiang memohon maaf dan mari kita bersama bangkit dan pemulihan pasca banjir bandang agar kita tidak terlarut dalam bencana ini , semoga kita segera bangkit kembali, ” Ucap Fadlon.

Selamat Hari Jadi ke-24 Kabupaten Aceh Tamiang, kata Fadlon sembari menyampaikan, semoga daerah ini semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Kami juga mengapresiasi pemerintah Aceh Tamiang atas dedikasi dan langkah nyata yang telah dilakukan untuk kemajuan daerah.
Ia menegaskan, bahwa tema Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat bukan sekadar slogan, melainkan cerminan tekad masyarakat Aceh Tamiang untuk terus bergerak maju, memperbaiki kondisi, dan memperkuat ketahanan daerah pasca bencana.
Menurutnya, pasca banjir kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci utama dalam proses pemulihan, baik dari sisi infrastruktur, ekonomi, maupun sosial masyarakat. “Bangkit dan pemulihan pasca banjir,semangat kebersamaan harus terus kita rawat, dari pengalaman bencana, kita belajar untuk lebih tangguh, lebih siap dan lebih solid dalam menghadapi tantangan kedepan,” tambahnya.
Karena itu, Fadlon menekankan peran penting seluruh pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dalam mengawal proses pembangunan dan pemulihan daerah secara berkelanjutan. “Peringatan Hari Jadi ke-24 ini diharapkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguat optimisme bahwa Aceh Tamiang mampu bangkit lebih cepat, pulih secara menyeluruh dan terus melangkah menuju masa depan yang lebih baik, dengan dukungan pemerintah yang konsisten dan berkelanjutan untuk bangkit kembali,” sebutnya.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH., menyampaikan bahwa momentum pertambahan usia kabupaten harus menambah optimis serta semangat untuk berbenah, bangkit dan berani berubah untuk kemajuan bersama.
“Usia 24 tahun bukanlah sekadar angka kalender, melainkan masa transisi menuju kematangan dalam memantapkan pondasi infrastruktur dan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih serta melayani,”ucapnya seraya mengatakan,meski kita menghadapi ujian berat akibat bencana hidrometeorologi pada penghujung tahun 2025, momentum ini harus menjadi titik balik untuk mengakselerasi pemulihan.
Bupati menyampaikan,progres bersama Satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, penyaluran dana stimulan rumah gelombang I telah diberikan kepada 5.141 KK dengan total lebih dari Rp112 miliar, terdiri dari 2.804 KK penerima bantuan rumah rusak ringan masing-masing sebesar Rp15 juta dan 2.337 KK, penerima bantuan rumah rusak sedang masing-masing sebesar Rp30 juta.
Selain itu, bantuan daging Meugang 2 kali menjangkau 96.400 KK. Bantuan sosial ekonomi juga telah disalurkan secara transparan melalui Kantor Pos, meliputi santunan ahli waris kepada 236 keluarga sebesar Rp3,54 miliar, jaminan hidup bagi 26.725 jiwa sebesar Rp36,07 miliar, bantuan isi hunian dan stimulan ekonomi masing-masing untuk 7.575 KK.
Bupati megutarakan, bahwa penyaluran bantuan tahap Ke II akan kembali dilakukan kepada masyarakat terdampak di 4 kecamatan, yakni Rantau, Karang Baru, Bandar Pusaka dan Bendahara. Penyaluran tersebut akan dilaksanakan pada pukul 14.00 Wib setelah shalat Jumat (10/4) dengan Mentri Sosial bersama Menteri Dalam Negeri melalui zoom meeting bersama , dengan lokasi pembagian di Aula Setdakab.
“Insyaallah bantuan jaminan hidup akan disalurkan kepada 20.908 jiwa, kemudian bantuan isi hunian atau perabot untuk 5.941 kepala keluarga, serta stimulan ekonomi untuk 5.941 kepala keluarga,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga memberikan perhatian kepada korban luka berat dengan menyalurkan santunan sebesar Rp5 juta per orang kepada 187 korban. Dalam upaya penyediaan hunian sementara, hingga saat ini telah terbangun 4.105 unit dari total kebutuhan 9.180 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.771 unit telah rampung dan dihuni, sementara 2.334 unit lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
“Pemerintah juga telah menyalurkan Dana Tunggu Hunian kepada 1.217 KK, ” terang Bupati seraya menegaskan,bahwa pemulihan dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai langkah strategis, antara lain penyusunan ulang tata kota berbasis mitigasi bencana dengan melibatkan akademisi dan pakar, serta revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Tamiang agar lebih tertata dan berkelanjutan.
Di sektor infrastruktur, pemerintah merencanakan pembangunan jembatan permanen di Lubuk Sidup yang akan mulai ditenderkan pada Juni mendatang, serta perbaikan sejumlah akses jalan dan jembatan di wilayah Kecamatan Sekerak dan sekitarnya.
Selain itu, rehabilitasi rumah sakit, penataan kota, drainase dan trotoar juga akan dilakukan dengan dukungan pemerintah pusat.Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap pembangunan mental dan spiritual masyarakat, termasuk rencana pembangunan Masjid Agung Aceh Tamiang sebagai simbol persatuan umat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, pemerintah pusat, pemerintah Aceh, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam penanganan bencana di Aceh Tamiang. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi, dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, kita yakin Aceh Tamiang akan pulih dan bangkit menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Id76).
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

















































