Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami trading halt dua kali pada akhir Januari 2026 lalu. Namun, investor asing justru ramai membeli saham yang ada di indeks MSCI.
Kami menarik data akumulasi asing di keseluruhan pasar pada periode 28 Januari-3 Februari 2026 menunjukkan sembilan saham RI yang masuk MSCI ramai dibeli asing, mulai dari XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), Barito Pacific Tbk (BRPT), GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), barito Renewables Energy Tbk (BREN), Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), hingga Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
Satu-satunya pengecualian datang dari Darma Henwa Tbk (DEWA), yang hingga kini belum masuk dalam konstituen MSCI. Meski demikian, DEWA tetap mencatat aliran beli asing yang cukup besar.
Di kalangan pelaku pasar, saham ini sempat diwarnai rumor kuat terkait potensi masuk MSCI pada periode sebelumnya, sehingga mendorong spekulasi dan aksi akumulasi lebih awal.
Berikut rincian 10 saham yang ramai diakumulasi asing sejak IHSG trading halt:
Secara rinci, bukti sembilan saham yang ada di MSCI saat ini, dibuktikan dari porsi-nya terhadap keseluruhan indeks, baik dari large maupun small cap.
Berdasarkan data MSCI dari sisi kepemilikan per 30 Januari 2026, AMMN, DSSA, dan GOTO menjadi tiga saham dengan porsi terbesar. Kalau ditotal sebanyak sembilan saham yang masuk MSCI itu total kontribusinya mencapai hampir 15%.
Fenomena ini menguatkan sinyal bahwa aksi trading halt tidak menyurutkan minat investor asing terhadap saham-saham Indonesia yang masuk radar MSCI.
Sebaliknya, koreksi pasar justru dimanfaatkan sebagai momentum akumulasi, terutama pada saham-saham berbasis komoditas, energi, dan consumer yang dinilai masih memiliki story ke depan atau fundamental yang relatif solid, tercermin dari derasnya aliran dana ke EXCL, BRPT, BREN, ADRO, AMMN, INDF, serta DSSA. Adapun Rukun Raharja Tbk (RAJA) juga terlihat mendapat minat, meski porsinya di MSCI masih sangat kecil.
Secara keseluruhan, pola ini menegaskan bahwa saham-saham konstituen MSCI kembali menjadi magnet utama dana asing pasca trading halt, dengan investor global tampak mulai melakukan positioning ulang di pasar Indonesia.
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)

2 hours ago
3
















































