Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp16.755

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah dibuka stagnan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini, Rabu (4/2/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan di posisi Rp16.755/US$. Pergerakan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Selasa (3/2/2026), rupiah menguat 0,18% dan ditutup terapresiasi di level Rp16.755/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,20% ke level 97,437. Meski terkoreksi pagi ini, pada perdagangan sebelumnya DXY sempat menguat signifikan 0,66% dan ditutup di posisi 97,632.

Pergerakan rupiah hari ini masih dipengaruhi dinamika eksternal, terutama arah dolar AS dan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Dolar AS cenderung melemah terhadap mayoritas mata uang utama dunia setelah pelaku pasar melakukan aksi ambil keuntungan dari penguatan beberapa hari terakhir yang ditopang data ekonomi AS yang solid serta perubahan ekspektasi arah kebijakan The Fed

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan politik fiskal di Amerika Serikat. DPR AS telah menyetujui kesepakatan bipartisan untuk mengakhiri partial government shutdown, yang sebelumnya sempat menunda sejumlah rilis data penting seperti laporan lowongan kerja dan data ketenagakerjaan Januari. Investor menilai data-data tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi arah suku bunga The Fed ke depan.

Di sisi lain, pencalonan Kevin Warsh sebagai kandidat ketua The Fed oleh Presiden AS Donald Trump masih menjadi perhatian pasar. Sebagian analis menilai Warsh berpotensi tidak terlalu agresif mendorong pemangkasan suku bunga cepat, meski pandangan lain menyebut peluang pelonggaran bisa lebih besar dibanding era Jerome Powell. Perbedaan persepsi ini membuat pergerakan dolar relatif fluktuatif.

Dari dalam negeri, optimisme terhadap rupiah masih disuarakan pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pergerakan rupiah saat ini belum mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia atau masih undervalued.

Ia bahkan meyakini rupiah berpotensi menguat signifikan dalam waktu dekat.

"Saya sudah bilang Rp16.500, tapi sepertinya Anda belum puas. Saya rasa sekarang, nilai tukar bisa mendekati Rp15.000 terhadap dolar, tidak akan terlalu sulit. Saya tidak bisa berbicara atas nama bank sentral," ujarnya.

(evw/evw)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |