Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (4/2/2026). Indeks dibuka turun tipis 0,02% ke level 8.121,03 setelah pada perdagangan kemarin menguat signifikan.
Meski demikian, selang dua menit pembukaan perdagangan IHSG langsung bergerak di zona hijau dan menguat hingga 0,29%.
Sebanyak 253 saham naik, 108 turun, dan 268 belum bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 363 miliar, melibatkan 567 juta saham dalam 58.026 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun menjadi Rp 14.660 triliun.
Sejumlah sentimen pasar akan menggerakkan pergerakan rupiah hingga IHSG pada hari ini, terutama data dan perkembangan terbaru dalam negeri.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,45% pada kuartal IV-2025. Hal ini ia tegaskan menjelang pengumuman realisasi pertumbuhan ekonomi yang akan sampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis (5/2/2026).
Purbaya mengatakan, dengan capaian pertumbuhan itu, maka keseluruhan tahun ekonomi Indonesia akan bisa mendekati target APBN 2025 sebesar 5,2%.
Meski begitu, ia menekankan, proyeksi itu tentu belum tentu benar, karena realisasi pertumbuhan hanya diketahui BPS tanpa adanya intervensi dari pemerintah.
Selanjutnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mulai menggerakkan pembentukan panitia seleksi (Pansel) untuk menjaring calon pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kementerian Keuangan telah mengirimkan surat kepada sejumlah institusi yang akan masuk dalam susunan Pansel, termasuk Bank Indonesia (BI).
Purbaya mengatakan, Pansel OJK akan diisi oleh berbagai unsur, mulai dari perwakilan pemerintah, BI, OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sektor keuangan, akademisi, hingga tokoh masyarakat. Surat permintaan perwakilan disebut sudah dikirimkan pada hari ini.
"Ini kita sedang ngirim surat ke BI dan pihak-pihak terkait untuk kirim perwakilan sebagai pansel. Untuk yang private dari masyarakatnya kita akan kontak satu-satu untuk menjadi anggota Pansel," kata Purbaya, Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan, untuk unsur publik, swasta, dan pelaku sektor keuangan, pendekatan dilakukan secara langsung kepada calon anggota Pansel. Pemerintah menargetkan pembentukan panitia ini bisa segera rampung agar proses seleksi pimpinan OJK tidak tertunda lebih jauh.
Purbaya mengakui, pembentukan Pansel sebenarnya sudah melewati batas waktu ideal jika mengacu pada ketentuan undang-undang yang berlaku. Namun, ia tidak merinci hambatan yang membuat proses tersebut berjalan lebih lambat.
"Terutamanya ada tenaga undang-undang yang nggak bisa menunggu sekian-sekian. Harusnya sebenarnya sekarang udah telat. Paling telat. Kalau kita ikutin undang-undang yang ada sekarang," ujarnya.
Hari ini Komisi VI DPR akan menggelar Rapat Kerja dengan Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di ruang rapat Komisi VI DPR.
Rapat ini menjadi penting di tengah ketidakpastian ekonomi global dan guncangan pasar keuangan yang menimpa Indonesia pada pekan lalu.
Menarik ditunggu apa kebijakan dan strategi Danantara dalam menstabilkan pasar saham ke depan.
Sementara itu, sebagian besar pasar Asia-Pasifik turun pada hari Rabu, mengikuti penurunan Wall Street setelah aksi jual saham teknologi AS membebani sentimen pasar.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,2%, terbebani oleh saham-saham teknologi. Di antara saham yang mengalami penurunan terbesar di indeks tersebut adalah produsen peralatan chip Lasertec, yang anjlok 7%, dan pembuat game Konami Group, yang turun 5,8%. Perusahaan peralatan semikonduktor Jepang, Tokyo Electron, juga turun 3,2%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,22%, dipimpin oleh saham-saham teknologi, akademis, dan jasa pendidikan.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,4%, sementara indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil naik 1,01%.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
1
















































