Sentimen Pekan Depan
Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
16 August 2026 18:00
Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan Indonesia memasuki pekan yang relatif lebih singkat pada 17-23 Agustus 2026 seiring peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026). Libur nasional tersebut diperkirakan membuat aktivitas perdagangan di awal pekan lebih sepi, tetapi perhatian pelaku pasar akan segera beralih kepada sejumlah agenda penting Bank Indonesia (BI).
Dari dalam negeri, investor akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Statistik Utang Luar Negeri (SULNI), perkembangan uang beredar (M2), serta Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2026. Rangkaian data tersebut akan memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi likuiditas, stabilitas eksternal, hingga arah kebijakan moneter.
Sementara dari global, sorotan tertuju pada data ekonomi China, risalah rapat Federal Reserve (FOMC Minutes), serta sederet indikator Jepang yang dapat memengaruhi sentimen terhadap dolar AS, rupiah, harga komoditas, dan pasar saham.
Senin, 17 Agustus 2026
Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2026). Libur nasional membuat Bursa Efek Indonesia, pasar obligasi, dan sebagian besar aktivitas perbankan tidak beroperasi.
Meski perdagangan domestik libur, pasar global tetap berjalan. Pergerakan harga minyak, emas, dolar AS, serta kontrak berjangka saham regional akan menjadi acuan investor menjelang perdagangan Indonesia kembali dibuka pada Selasa.
Likuiditas pasar pada awal pekan diperkirakan lebih tipis. Investor juga mulai mempersiapkan posisi menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dan sederet data penting yang dirilis pada paruh kedua pekan.
Pertumbuhan Ekonomi Jepang Kuartal II-2026
Jepang akan merilis pertumbuhan ekonomi kuartal II pada pukul 06.50 WIB.
Ekonomi Jepang diperkirakan tumbuh 0,4% secara kuartalan, sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 0,5% pada kuartal sebelumnya.
Pasar akan mencermati apakah konsumsi rumah tangga dan ekspor masih mampu menopang ekonomi Jepang di tengah perlambatan global. Pelemahan ekonomi berpotensi mengurangi ruang Bank of Japan untuk memperketat kebijakan moneternya.
Produksi Industri dan Penjualan Ritel China
China akan mengumumkan produksi industri dan penjualan ritel Juli pada pukul 09.00 WIB.
Produksi industri diperkirakan tumbuh 5,0% secara tahunan, sedikit melambat dibandingkan realisasi Juni sebesar 5,3%. Penjualan ritel diperkirakan meningkat 1,5% dari sebelumnya 1%.
Bagi Indonesia, data ini penting karena mencerminkan permintaan terhadap batu bara, nikel, tembaga, hingga minyak sawit. Aktivitas industri yang lebih kuat dapat menopang harga komoditas, sedangkan konsumsi yang kembali melemah berpotensi menekan sentimen sektor komoditas.
Selasa, 18 Agustus 2026
Hari Pertama Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia
Bank Indonesia memulai Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa.
Pasar akan menunggu arah kebijakan suku bunga di tengah stabilnya inflasi domestik, perkembangan nilai tukar rupiah, dan ketidakpastian global.
Selain keputusan suku bunga, investor juga akan memperhatikan pandangan BI mengenai kondisi ekonomi domestik, likuiditas perbankan, serta prospek pertumbuhan kredit hingga akhir tahun.
Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Juni 2026
Bank Indonesia juga akan merilis Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) Juni.
Pada Mei 2026, posisi utang luar negeri Indonesia mencapai US$444,40 miliar, naik dari US$440,25 miliar pada April dan menjadi level tertinggi sejak rangkaian data tersedia pada 2007.
Pelaku pasar akan melihat apakah kenaikan utang masih diimbangi struktur pembiayaan yang sehat. Komposisi utang pemerintah dan swasta juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan ketahanan sektor eksternal Indonesia.
Data Perumahan Amerika Serikat
Amerika Serikat akan merilis data building permits dan housing starts Juli pada pukul 19.30 WIB.
Data ini menjadi indikator awal kondisi sektor properti AS. Aktivitas konstruksi yang lebih kuat dapat menunjukkan ekonomi AS masih solid sehingga berpotensi memperkuat dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah.
Rabu, 19 Agustus 2026
Keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia
Perhatian utama pasar domestik tertuju pada hasil RDG Bank Indonesia.
Pelaku pasar akan mencermati apakah BI mempertahankan suku bunga maupun arah komunikasi mengenai peluang pelonggaran kebijakan moneter ke depan.
Nada kebijakan yang lebih dovish dapat mendukung rupiah dan pasar saham domestik. Sebaliknya, apabila BI lebih menekankan risiko eksternal dan inflasi, ekspektasi penurunan suku bunga berpotensi kembali mundur.
Inflasi Inggris Juli
Inggris akan mengumumkan inflasi Juli pada pukul 13.00 WIB.
Inflasi diperkirakan meningkat menjadi 3% setelah Juni melandai menjadi 2,6%.
Data ini penting untuk mengukur peluang kebijakan Bank of England. Inflasi yang lebih tinggi dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Kamis, 20 Agustus 2026
Risalah Rapat Federal Reserve (FOMC Minutes)
Federal Reserve akan merilis notulen rapat Juli pada pukul 01.00 WIB.
Pada pertemuan sebelumnya, The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%, namun tiga pejabat memilih kenaikan suku bunga.
Pasar akan mencari petunjuk mengenai peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya. Jika mayoritas pejabat masih khawatir terhadap inflasi, dolar AS berpotensi menguat dan memberi tekanan pada mata uang emerging market termasuk rupiah.
Neraca Perdagangan Jepang
Jepang juga merilis neraca perdagangan Juli.
Kondisi ekspor Jepang sering menjadi indikator awal permintaan global, khususnya sektor manufaktur dan teknologi. Data yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperbaiki sentimen terhadap perdagangan dunia.
Jumat, 21 Agustus 2026
Perkembangan Uang Beredar Juli 2026
Bank Indonesia akan mengumumkan perkembangan uang beredar Juli.
Pada Juni, M2 mencapai Rp10.432,8 triliun atau tumbuh 8,7% secara tahunan, melambat dibandingkan Mei sebesar 10,8%.
Investor akan melihat apakah perlambatan likuiditas masih diiringi pertumbuhan kredit yang kuat. Kombinasi tersebut penting untuk membaca kondisi permintaan domestik dan efektivitas transmisi kebijakan moneter.
Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal II-2026
BI juga akan merilis Neraca Pembayaran Indonesia kuartal II.
Data ini menggambarkan kondisi transaksi berjalan, investasi asing, dan arus modal yang menjadi penopang stabilitas rupiah.
Neraca pembayaran yang tetap kuat akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset Indonesia. Sebaliknya, pelemahan transaksi eksternal dapat meningkatkan volatilitas nilai tukar.
Inflasi Jepang Juli
Jepang akan merilis inflasi Juli pada pukul 06.30 WIB.
Inflasi diperkirakan bertahan di level 1,7% secara tahunan.
Pasar akan melihat apakah tekanan harga semakin mendekati target Bank of Japan sebesar 2%. Perubahan ekspektasi kebijakan BOJ dapat memengaruhi pergerakan yen dan pasar obligasi global.
PMI Awal Agustus Inggris
Inggris akan menutup rangkaian agenda dengan rilis PMI manufaktur dan jasa awal Agustus.
PMI manufaktur diperkirakan berada di 51,8 sementara PMI jasa di sekitar 52. Kedua indeks masih menunjukkan aktivitas ekonomi berada di zona ekspansi.
Data ini menjadi salah satu indikator awal kesehatan ekonomi Eropa pada Agustus dan dapat memengaruhi sentimen risiko di pasar global.
CNBC Indonesia Research
(emb/emb)

8 hours ago
5

















































