Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia dan China akan menggelar Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) serta pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan. Sejumlah isu strategis bakal dibahas, mulai dari kerja sama ekonomi dan maritim, pertahanan, hingga dinamika kawasan di sekitar Taiwan.
Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri RI Arifianto Sofiyanto mengatakan CSD kali ini merupakan pertemuan perdana antara Indonesia dan China, sekaligus format CSD pertama Indonesia dengan negara mitra.
"Ini merupakan pertemuan CSD perdana antara RI dan China, sekaligus CSD pertama Indonesia dengan negara mitra," kata Arifianto dalam press briefing Kemlu RI, Kamis (20/8/2026).
Menurut Arifianto, CSD akan menitikberatkan pembahasan pada penguatan kerja sama ekonomi, termasuk peningkatan investasi China di sektor prioritas Indonesia dan penguatan nilai perdagangan. Adapun pertemuan 2+2 yang digelar secara beriringan akan lebih berfokus pada isu politik, pertahanan, dan keamanan.
Isu Taiwan juga menjadi perhatian menyusul pertanyaan mengenai kemungkinan penguatan latihan militer setelah insiden di kawasan tersebut serta keberadaan kapal perang Indonesia dan China di sekitar perairan Taiwan.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menegaskan kedekatan jadwal pertemuan dengan perkembangan di Taiwan bukan berarti keduanya memiliki keterkaitan langsung.
"Hal ini murni merupakan penyesuaian jadwal diplomasi berkala yang disepakati kedua negara jauh-jauh hari, bukan respons spontan atas kejadian tertentu," ujarnya dalam kesempatan yang sama.
Di sisi maritim, Indonesia dan China juga terus membahas kerja sama, termasuk isu Natuna dan komitmen joint development yang disepakati para pemimpin kedua negara. Arifianto menyebut komunikasi intensif yang terus berlangsung merupakan salah satu bentuk kemajuan.
"Kedua pihak tetap berkomitmen penuh terhadap seluruh understanding yang telah disepakati oleh para pemimpin negara," katanya.
Ia menjelaskan kerja sama maritim RI-China mencakup navy-to-navy talk, kunjungan kapal, kerja sama ekonomi kelautan, perikanan, hingga riset dan pengembangan. Pemerintah juga terus mendorong realisasi pemahaman mengenai joint development dengan tetap mengacu pada koridor hukum yang berlaku.
Untuk CSD, Arifianto mengatakan agenda spesifik dan joint statement masih dimatangkan oleh kedua delegasi hingga Kamis malam.
"Capaian utama difokuskan pada penguatan komitmen kerja sama ekonomi berkelanjutan, peningkatan investasi China di sektor prioritas Indonesia, dan penguatan nilai perdagangan," ujarnya.
Sementara itu, Kemlu belum memerinci seluruh hasil akhir atau kesepakatan baru yang akan dihasilkan. Detail hasil CSD akan disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi setelah rangkaian pertemuan dan konferensi pers pada Jumat (21/8/2026).
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1
















































