Jakarta, CNBC Indonesia - Berbohong di aplikasi kencan (online dating) bukanlah hal baru, namun tingkat toleransi pengguna terhadap kebohongan tersebut ternyata sangat bervariasi, bergantung pada topik yang dipalsukan.
Mengutip Psy Post, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Behaviour & Information Technology mengungkapkan bahwa mayoritas pengguna aplikasi kencan menolak keras manipulasi terkait jenis kelamin, penampilan, dan usia. Uniknya, ketidakjujuran soal berat badan cenderung dinilai jauh lebih ringan.
Penelitian yang dipimpin oleh Olga Bogolyubova, seorang peneliti yang saat studi berlangsung berafiliasi dengan University of Malta, melibatkan 796 pengguna dan mantan pengguna aplikasi kencan berusia 18 hingga 67 tahun (rata-rata usia 27,96 tahun).
Kebohongan Dating App yang Paling Bikin Murka
Dalam studi tersebut, para partisipan diminta menilai enam skenario kebohongan di aplikasi kencan. Hasilnya menunjukkan perbedaan reaksi yang sangat tajam bergantung pada jenis kebohongan yang dilakukan:
- Jenis Kelamin: 93,1% partisipan menolak keras (paling tidak dapat diterima).
- Penampilan (Pakai Foto Orang Lain): 90,6% menolak keras.
- Usia: 81,6% menolak keras.
- Status Hubungan (Mengaku Lajang Padahal Menikah): 78,5% menolak keras.
- Status Sosial-Ekonomi: 71% menolak keras.
- Berat Badan: Hanya 37,7% yang menolak keras.
Pada skenario berat badan, figur hipotetis diceritakan mengurangi angka berat badannya hingga 18 kilogram dan menghindari foto seluruh tubuh. Peneliti menilai, selisih berat badan tersebut kemungkinan masih dianggap relatif wajar atau wujud rasa kurang percaya diri yang dimaklumi, sehingga tidak dipandang setaraf dengan penipuan total seperti catfishing menggunakan foto orang lain.
Penelitian ini juga menemukan beberapa kecenderungan demografis soal siapa yang lebih mentolerir kebohongan.
- Gender
Pria tercatat sedikit lebih toleran dibanding wanita terhadap manipulasi usia, status ekonomi, dan status hubungan. Di sisi lain, wanita cenderung menilai kebohongan usia dan status hubungan secara lebih lunak jika pelakunya adalah sesama wanita.
- Tingkat Pendidikan
Partisipan dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah menunjukkan penerimaan yang sedikit lebih tinggi terhadap ketidakjujuran terkait usia dan penampilan.
Meskipun kebohongan-kebohongan kecil ini tidak selalu berujung pada kejahatan penipuan besar (romantic scam), Bogolyubova menekankan bahwa kepalsuan sejak awal tetap merusak fondasi kepercayaan. Ketika calon pasangan mendapati informasi profil yang tidak akurat, peluang kencan pertama untuk berlanjut ke jenjang hubungan yang serius akan menurun drastis.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
2
















































