Oleh: Abdul Rahim Siregar
Di usia ke-78, Provinsi Sumatera Utara berdiri sebagai simbol kekuatan yang tidak hanya kaya sejarah, tetapi juga sarat potensi masa depan. Dari tanah yang subur hingga posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan nasional dan internasional, Sumatera Utara merupakan episentrum peluang.
Momentum hari jadi ini tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan harus dimaknai sebagai ruang refleksi dan akselerasi untuk melompat lebih tinggi—dengan keberanian, inovasi, dan pelayanan publik yang semakin prima dan berdampak.
Kekuatan Besar, Potensi yang Belum Tergarap Optimal
Kekuatan Sumatera Utara bertumpu pada dua pilar utama: sumber daya alam dan sumber daya manusia. Sektor perkebunan kelapa sawit, karet, kopi, perikanan, hingga potensi energi baru terbarukan merupakan kekayaan besar yang belum sepenuhnya dimaksimalkan.
Di sisi lain, bonus demografi dengan dominasi usia produktif merupakan “sejuta energi” yang jika dikelola dengan tepat, mampu mengubah wajah ekonomi daerah secara signifikan.
Tantangan Nyata yang Tidak Boleh Diabaikan
Namun demikian, realitas pembangunan masih menyisakan pekerjaan besar. Dalam 5 hingga 10 tahun terakhir, Sumatera Utara masih menghadapi sejumlah persoalan serius: narkoba yang masih meluas, ketimpangan antarwilayah, tingkat pengangguran terbuka di kisaran 5%, serta kualitas pendidikan dan kesehatan yang belum merata.
Selain itu, tata kelola aset daerah juga belum optimal. Padahal nilai aset daerah mencapai puluhan triliun rupiah, namun kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih sangat kecil—sebuah ironi yang harus segera diakhiri.
Persoalan lain seperti kerentanan bencana, konflik agraria, dan belum maksimalnya hilirisasi sektor unggulan turut menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian serius. Semua ini menjadi alarm bahwa Sumatera Utara memerlukan lompatan kebijakan, bukan sekadar rutinitas administratif.
Arah Perubahan dan Fondasi Baru Pembangunan
Dalam konteks tersebut, kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya dalam lebih dari satu tahun terakhir mulai menunjukkan arah perubahan.
Fokus pada digitalisasi layanan publik, pembenahan birokrasi, penguatan UMKM, peningkatan konektivitas wilayah, serta penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi awal transformasi pembangunan Sumatera Utara.
Sejumlah capaian awal mulai terlihat, seperti meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah, penguatan ekosistem ekonomi digital, serta langkah awal optimalisasi aset dan BUMD. Penguatan peran Bank Sumut sebagai motor ekonomi daerah serta dorongan peningkatan dividen juga menjadi sinyal menuju kemandirian fiskal.
Meski demikian, seluruh capaian ini masih perlu diperkuat dengan konsistensi, keberanian, dan ketegasan dalam pengambilan keputusan.
Menuju Kemandirian Fiskal Sumatera Utara
Ke depan, Sumatera Utara memiliki peluang besar untuk meningkatkan kapasitas fiskalnya secara signifikan. Dengan strategi yang tepat, APBD Provinsi dapat ditingkatkan secara bertahap: menuju Rp16 triliun pada 2027, Rp18 triliun pada 2028, Rp20 triliun pada 2029, hingga mencapai Rp22 triliun pada 2030.
Target tersebut realistis apabila didukung oleh optimalisasi pajak daerah seperti PKB dengan peningkatan kepatuhan (baru sekitar 35% dari 8,3 juta wajib pajak), transparansi PBBKB, peningkatan dividen BUMD hingga Rp1 triliun, serta pengelolaan aset daerah yang profesional dan produktif hingga Rp1,8 triliun.
Kunci utama terletak pada diversifikasi sumber PAD: digitalisasi pajak untuk meningkatkan kepatuhan, monetisasi aset melalui kerja sama strategis, penguatan sektor pariwisata seperti Danau Toba, serta hilirisasi sektor pertanian dan energi.
Penutup:
Akhirnya, tema “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi, Kaya Inovasi & Terus Melayani” harus menjadi gerakan nyata, bukan sekadar narasi.
Kolaborasi lintas sektor adalah kekuatan, energi kolektif rakyat adalah penggerak, inovasi adalah jalan percepatan, dan pelayanan adalah tujuan utama. (Penulis Sekretaris FPKS DPRD Sumut, dan Ketua Pansus Aset Pemprovsu DPRD Sumut)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

















































