Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sejumlah daftar anggaran yang terkena efisiensi untuk merespons rambatan gejolak ekonomi global. Salah satunya anggaran perjalanan dinas pejabat.
Sebagaimana diketahui, total anggaran efisiensi yang menggunakan skema refocusing itu senilai Rp 130,2 triliun. Tujuannya, untuk menjaga defisit APBN 2026 sesuai dengan batas aman UU Keuangan Negara di bawah 3% PDB, di tengah tingginya kebutuhan belanja subsidi energi akibat kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Kalau perintah Presiden perjalanan dalam negeri dikurangin. Yang lebih lanjut adalah perjalanan luar negeri pejabat-pejabat dihilangkan, kecuali kepepet banget," ujar Purbaya di kantornya, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Kendati begitu, Purbaya mengakui, dalam waktu dekat memang harus menghadiri agenda penting di luar negeri, yakni pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. Namun, ia menegaskan, sudah mendapat restu kepala negara untuk menghadiri acara itu.
Saya mau ke IMF-World Bank Meeting saya pikir penting, saya berangkat deh. Saya udah minta izin," kata Eks Ketua Dewan Komisioner LPS itu.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kebijakan refocusing anggaran diarahkan untuk meningkatkan efektivitas belanja negara agar lebih produktif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Pengalihan anggaran dilakukan dari belanja yang kurang prioritas seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial. Ini menuju belanja yang lebih produktif dan berdampak langsung kepada masyarakat termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra," ujar Airlangga dalam keterangannya di Seoul, Republik Korea, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah juga terus mendorong percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga, disertai penajaman melalui optimalisasi penggunaan anggaran. "Potensi prioritisasi dan refocusing anggaran kementerian dan lembaga ini dalam range Rp121,2 triliun hingga Rp130,2 triliun," tutur Airlangga.
(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
4














































