Purbaya-Danantara Sepakati Nasib Kereta Cepat, Ini Hasilnya!

3 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengambil alih kepemilikan saham PT Kereta Cepat Indonesia China (Persero) atau KCIC, operator kereta cepat Jakarta-Bandung. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) dan Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria saat ditemui di Istana Kepresidenan, selepas rapat dengan Presiden Prabowo, Senin (7/5/2026).

Menurut Dony, Kemenkeu hanya akan mengambil saham merah putih di KCIC. Sementara operasional kereta cepat tetap berada di tangan KCIC dan KAI.

"Operasional tetap di KAI, karena memang kereta api Indonesia kan memang bidangnya itu. Tetapi ada yang menarik lagi ini bagian juga perlu saya sampaikan berkali-kali juga supaya masyarakat juga memahami kereta api ini tentu akan menjadi mass transportasi unggulan kita ke depan," paparnya.

Dony pun mengaku BP BUMN sudah berbicara dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dia berjanji dirinya dan Purbaya akan menyampaikan mengenai proses penyelesaian utang dan pengambilalihan saham KCIC. Pengumuman akan disampaikan dalam dua minggu ke depan.

"Nah ini nanti akan kita sampaikan, kan gak surprise lagi nanti saya dan Pak Menkeu tentunya akan barengan untuk menyampaikan kepada publik mengenai proses penyelesaian ini tapi yang pasti, buat teman-teman sekalian penyelesaiannya sudah segera akan kita tandatangani dan kita bereskan," katanya.

Dari penyelesaian ini, Dony meyakinkan bahwa layanan KCIC tidak akan terganggu. Sebaliknya, dia yakin pelayanan akan semakin baik dan struktur pendanaan perusahaan pun lebih jelas.

Atas keputusan ini, dia menegaskan pemerintah tidak lagi menunjuk atau mencari siapa yang harus menyelesaikan persoalan kereta cepat ini. Langkah ini merupakan tugas pada menteri untuk membantu presiden menyelesaikan persoalan ini.

"Tugas kita tentu dengan sebagai pembantu Bapak Presiden tentu menyelesaikan seluruh persoalan. Saya tidak membicarakan lagi kenapa dulu misalkan impairment (penurunan nilai aset) yang gede, terjadi di karya, kenapa harus impairment banyak perusahaan itu kan kita tidak membicarakan itu," tegasnya.

Dony menambahkan tujuan kebijakan yang akan diumumkan ini semata-mata untuk membangun BUMN agar lebih sehat dan lebih baik tata kelolanya.

Sebelumnya, Dony mengungkapkan skema pengambilalihan saham KCIC oleh Kemenkeu merupakan salah satu opsi dari dua opsi yang ada untuk menyelesaikan permasalahan cicilan utang pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung ini. Pemilihan opsi ini sebelumnya diperkirakan akan memakan waktu selama dua bulan.

"Masih ada beberapa opsi pokoknya. Semua penyelesaian itu, jadi apakah opsi A, Opsi B, tapi 1-2 bulan ini akan selesai," sebut Dony di Istana Kepresidenan sebelum rapat dengan Presiden dan Menteri Keuangan.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |