Proyek Rehabilitasi Tanggul di Langkat Diduga Rusak, Warga Pertanyakan Pengawasan PUTR

4 hours ago 4

LANGKAT (Waspada.id): Proyek rehabilitasi tanggul (pintu air) di Desa Sido Makmur, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, yang bersumber dari anggaran tahun 2025, diduga mengalami kerusakan dalam waktu singkat setelah selesai dikerjakan. Kondisi tersebut memicu sorotan warga dan aktivis karena dinilai tidak sesuai standar pekerjaan.

Ketua Umum Aliansi Barisan Mahasiswa Bersatu (BAMBU), Adi Nugraha, mengkritik keras lemahnya pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

“Sungguh sangat disayangkan, proyek rehabilitasi tanggul belum mencapai batas waktu maksimal sudah rusak. Tepatnya di Desa Sido Makmur, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Bangunan ini bernilai sekitar Rp348 juta, namun kini kondisinya sangat memprihatinkan dan membuat masyarakat merasa dirugikan, khususnya petani,” ujar Adi di Medan, Jumat (10/04/2026).

Berdasarkan informasi di lapangan, proyek yang dikerjakan oleh CV BAB dengan nilai anggaran sekitar Rp348.500.000 tersebut diduga tidak memberikan manfaat optimal sebagaimana tujuan awal pembangunan. Tanggul yang telah direhabilitasi justru dilaporkan mengalami kerusakan parah hanya beberapa bulan setelah selesai dikerjakan.

Sejumlah warga menilai pekerjaan dilakukan tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP). Akibatnya, kekuatan bangunan diduga tidak maksimal sehingga fungsi utama tanggul sebagai pengatur aliran air irigasi ke sawah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Padahal, tanggul tersebut memiliki peran vital dalam mendukung sistem pengairan pertanian masyarakat. Sekitar 60 hektare lahan sawah di wilayah itu bergantung pada fungsi pintu air tersebut. Akibat kerusakan yang terjadi, petani mengeluhkan sawah mereka kekeringan hingga berdampak pada penurunan hasil panen.

“Kami sangat dirugikan. Air tidak lagi mengalir dengan baik, sawah jadi kering, dan hasil panen menurun drastis,” ujar salah seorang petani setempat.

Masyarakat juga menyoroti lemahnya pengawasan dari Dinas PUTR Langkat yang dinilai turut berkontribusi terhadap dugaan buruknya kualitas pekerjaan proyek tersebut. Minimnya kontrol di lapangan disebut membuka peluang terjadinya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan.

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas PUTR Langkat, Khairul Azmi, sebelumnya menyampaikan bahwa secara umum kondisi infrastruktur tanggul di Kabupaten Langkat memang menghadapi tekanan berat akibat bencana banjir yang terjadi pada akhir 2025.

“Memang pada akhir 2025 terjadi banjir besar yang merusak sejumlah titik tanggul di Langkat. Sedikitnya ada 11 titik yang terdampak, termasuk pintu air yang tidak berfungsi maksimal serta pendangkalan sungai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah bersama instansi terkait telah melakukan berbagai upaya percepatan perbaikan, termasuk penanganan darurat sejak Desember 2025 dengan melibatkan Dinas PUPR dan unsur TNI.

Namun demikian, Khairul Azmi mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan spesifik terkait kerusakan proyek rehabilitasi tanggul di Desa Sido Makmur, Kecamatan Selesai, seperti yang disampaikan masyarakat.

“Secara umum perbaikan terus kami lakukan, baik melalui APBD maupun dukungan lainnya. Untuk laporan spesifik di lokasi tersebut, tentu akan kami verifikasi lebih lanjut agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa sejumlah proyek perbaikan tanggul yang dilakukan bersifat darurat guna meminimalisir dampak banjir, sehingga dalam pelaksanaannya dikebut dalam waktu singkat.

Sejumlah pihak bahkan menduga adanya potensi penyimpangan dalam penggunaan anggaran, mengingat kondisi bangunan yang cepat rusak meski baru selesai dikerjakan.

Adi Nugraha bersama masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Langkat, khususnya Dinas PUTR, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut serta memastikan adanya pertanggungjawaban dari pihak terkait.

“Transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan proyek publik sangat penting agar tidak merugikan negara dan masyarakat ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, pihak CV BAB selaku pelaksana proyek yang dihubungi melalui nomor 081265967** belum memberikan tanggapan terkait kondisi proyek tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, klarifikasi lanjutan dari pihak terkait masih dinantikan.

Namun berdasarkan keterangan yang dihimpun, Kepala Dinas PUTR Langkat, Khairul Azmi, sebelumnya menyampaikan bahwa secara umum kondisi infrastruktur tanggul di Kabupaten Langkat memang menghadapi tekanan berat akibat bencana banjir yang terjadi pada akhir 2025.

“Memang pada akhir 2025 terjadi banjir besar yang merusak sejumlah titik tanggul di Langkat. Sedikitnya ada 11 titik yang terdampak, termasuk pintu air yang tidak berfungsi maksimal serta pendangkalan sungai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah bersama instansi terkait telah melakukan berbagai upaya percepatan perbaikan, termasuk penanganan darurat sejak Desember 2025 dengan melibatkan Dinas PUPR dan unsur TNI. (fs)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |