Ukuran Font
Kecil Besar
14px
MEDAN (Waspada.id): Kementerian Desa dan Pembangunan daerah tertinggal resmi mengeluarkan Perpanjangan Kontrak TPP Pendamping desa tahun anggaran 2026 di seluruh Indonesia melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal melalui Surat Resmi 1219/P3MD/PPK-IV/XII/2025 tertanggal 29 Desember 2025.
Hal ini menuai sorotan publik dan menjadi polemik pasca berkurangnya TPP pendamping desa di berbagai daerah dikarenakan Evaluasi Kinerja oleh Kementerian Desa PDT berdasarkan regulasi terbaru.
Muhammad Amril Harahap Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Al Washliyah menanggapi hal itu, mengatakan apa yang dilakukan Menteri sudah sesuai terkait banyak TPP yang melanggar aturan dan wajib dievaluasi. “Kita harus dukung itu dan jaga marwah institusi profesionalisme ini,“ ujar Amril di kantor PB Al Washliyah kemarin.
Amril mengungkapkan, berulangkali Mendes Yandri Susanto mengatakan TPP Pendamping desa ini emang banyak bermasalah dan pihaknya juga menyaksikan hal itu ketika turun kedaerah-daerah. “Seperti Kampung saya Sumatera Utara ada 1.000 orang yang tidak masuk namanya kembali pada SK Perpanjangan TPP Pendamping desa tahun anggaran 2026 ini dikarenakan evaluasi kinerja oleh Kemendes,” urainya.
Diungkapkan, tahun 2024 ada pendamping desa yang jadi Caleg , ada yang double job. Yang bersangkutan jadi pendamping desa, namun dia juga perangkat desa dan gajinya sama-sama dari APBN. “Apakah hal itu terus kita biarkan. Begitu banyak anak muda yang bisa mengisi posisi itu dan lebih berkompeten itu artinya negara menutup ruang dan kesempatan dong bagi kita,” tambah Amril.
Amril menduga ada kekuatan politik yang berupaya mengintervensi Mendes Yandri Susanto. “Maka kita sama-sama mengingatkan dan mengawal Mendes agar jangan takut terhadap elit-elit yang mencoba mengintervensi agar mengikuti pola lama karena kinerja dan integritas baik Mendes ini wajib kita dukung dan kawal. Beda zaman pasti beda juga gebrakanya dan ini zamanya kepemimpinan Pak Yandri maka program-program yang baik harus kita dukung. Bangsa ini masih banyak kok menyimpan generasi muda yang mampu mengisi TPP Pendamping Desa yang nakal itu,” demikian Amril.(zz)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.






















































