Militer Thailand mengatakan penghalang tersebut didirikan atas kesepakatan dengan Kamboja untuk mengatur wilayah perbatasan.
Tentara Thailand berjaga-jaga saat para pekerja membangun sebagian pagar perbatasan antara Thailand dan Kamboja di distrik Pong Nam Ron, provinsi Chanthaburi, Thailand, Rabu (22/7/2026). (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Thailand terus melanjutkan pembangunan pagar perbatasan permanen di sepanjang sebagian perbatasannya dengan Kamboja di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara kedua negara tetangga di Asia Tenggara tersebut setelah dua putaran pertempuran tahun lalu. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Bagian pertama dari penghalang tersebut, sepanjang 1,3 km (0,8 mil) di distrik Pong Nam Ron, provinsi Chanthaburi, telah selesai dibangun, terbuat dari panel beton bertulang yang dilapisi jaring baja dan kawat berduri, menurut pihak berwenang Thailand. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Dikutip dari Reuters, militer Thailand mengatakan penghalang tersebut didirikan atas kesepakatan dengan Kamboja untuk mengatur wilayah perbatasan, mencegah pelanggaran, dan memperkuat keamanan perbatasan. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Kepala Angkatan Pertahanan Thailand, Jenderal Ukrit Boontanon, menggambarkan struktur tersebut sebagai "stabil, kuat, dan tahan lama", dan mengatakan bahwa struktur tersebut dirancang untuk keamanan jangka panjang. Jaring baja galvanis tersebut diperkirakan memiliki masa pakai hingga 50 tahun dan dirancang untuk menahan pemotongan, korosi, dan penyeberangan tanpa izin, tambahnya (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Ukrit mengatakan militer berencana untuk membangun lebih dari 7 km (4,3 mil) pagar tambahan yang terhubung ke bagian yang sudah ada, sambil menilai area lain di sepanjang perbatasan sepanjang 817 km (508 mil) di mana kondisi medan dan lingkungan memungkinkan pembangunan serupa. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Pasukan tetap ditempatkan di kedua sisi perbatasan Thailand-Kamboja, tempat sengketa teritorial yang telah berlangsung lama meletus menjadi bentrokan pada Juli dan Desember tahun lalu yang meningkat menjadi serangan udara, bombardir artileri, dan serangan roket. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
source on Google

2 hours ago
2

















































