Jepang dilanda gelombang panas ekstrem hingga 40 Deraja Celsius lebih.
Seorang pengunjung beristirahat di dekat kabut pendingin di depan kuil Sensoji saat pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan serangan panas di Tokyo dan prefektur lainnya karena gelombang panas, di Tokyo, Jepang, Rabu (22/7/2026). (REUTERS/Issei Kato)
Jepang dilanda gelombang panas ekstrem yang mengancam jiwa dengan suhu di sejumlah wilayah diperkirakan menembus lebih dari 40 derajat Celsius. Pemerintah menyebut kondisi tersebut sebagai "kokushobi" atau "hari yang sangat panas", kategori baru yang diperkenalkan untuk menandai cuaca dengan suhu mencapai sedikitnya 40 derajat Celsius. (REUTERS/Issei Kato)
Para wanita yang mengenakan yukata, atau kimono tradisional Jepang, berjalan di sepanjang Jalan Nakamise, Distrik Asakusa, Tokyo, sambil membawa kipas portabel untuk meredakan terik cuaca. Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan serangan panas di sebagian besar wilayah negara itu, dengan Rabu diperkirakan menjadi hari kedua berturut-turut yang masuk kategori 'kokushobi' atau hari yang sangat panas. Suhu diprediksi menembus 40 derajat Celsius di Kumagaya, sebelah utara Tokyo, serta Nagoya di Jepang bagian tengah. (REUTERS/Issei Kato)
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengambil langkah pencegahan guna menghindari dampak serius akibat cuaca panas. Warga diminta menggunakan pendingin udara secara maksimal, memperbanyak konsumsi air putih, serta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama dalam waktu yang lama. (REUTERS/Issei Kato)
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang menghadapi musim panas yang semakin ekstrem. Pada 2025, negara itu mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah, yakni 41,8 derajat Celsius. Meningkatnya frekuensi gelombang panas mendorong Badan Meteorologi memperkenalkan istilah kokushobi sebagai kategori resmi untuk hari-hari dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius atau lebih. (REUTERS/Issei Kato)
Dampak cuaca panas juga terus meningkat. Data terbaru Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana menunjukkan sebanyak 4.580 orang dilarikan ke rumah sakit akibat serangan panas selama periode 6-12 Juli, dengan tujuh di antaranya meninggal dunia. Sepanjang musim panas 2025, lebih dari 100.000 orang tercatat menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit yang berkaitan dengan paparan panas ekstrem. (REUTERS/Issei Kato)
source on Google

8 hours ago
3

















































