Potret Krisis Parah di Somalia, Anak-Anak Terancam Kelaparan

2 hours ago 4
Seorang perempuan Somalia yang mengungsi di dalam negeri memberi makan anaknya yang kekurangan gizi di rumah sakit Daynile karena kekurangan makanan terapeutik yang menyelamatkan nyawa akibat gangguan pengiriman karena perang Iran telah memaksa klini

Gangguan pasokan global akibat perang di Iran memperburuk krisis gizi di Somalia, terutama di wilayah Baidoa. Klinik yang merawat anak-anak kekurangan gizi mulai kekurangan makanan terapeutik siap pakai yang kaya nutrisi yang dikenal sebagai RUTF yang selama ini menjadi penanganan utama. (REUTERS/Feisal Omar)

Perempuan pengungsi internal Somalia menggendong anak-anak mereka saat mengantre selama kunjungan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat Tom Fletcher (tidak terlihat dalam foto), karena kekurangan makanan terapeutik yang menyelamatkan jiwa akibat gangguan pengiriman karena perang Iran telah memaksa klinik yang merawat anak-anak yang kekurangan gizi parah untuk menolak pasien dan membatasi persediaan di Somalia yang dilanda kekeringan, di sebuah kamp di pinggiran Mogadishu, Somalia, 28 April 2026.

Para ibu menggendong anak-anak mereka saat mengantre bantuan darurat di sebuah kamp di pinggiran Mogadishu, Somalia. Seorang pengungsi membawa bayinya yang menunjukkan gejala kekurangan gizi ke klinik, namun proses pemulihan kini terhambat akibat keterbatasan pasokan. (REUTERS/Feisal Omar)

Seorang anak pengungsi internal Somalia diperiksa gizinya selama kunjungan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat Tom Fletcher (tidak terlihat dalam foto), karena kekurangan makanan terapeutik yang menyelamatkan jiwa akibat gangguan pengiriman karena perang Iran telah memaksa klinik yang merawat anak-anak yang kekurangan gizi parah untuk menolak pasien dan membatasi persediaan di Somalia yang dilanda kekeringan, di sebuah kamp di pinggiran Mogadishu, Somalia, 28 April 2026.

Dilansir Reuters Kamis (30/4/2026), Komite Penyelamatan Internasional (IRC), pengiriman bantuan penting seperti RUTF tertahan di pelabuhan di India akibat gangguan rantai pasokan global. Akibatnya, pesanan senilai puluhan ribu dolar terpaksa dibatalkan. (REUTERS/Feisal Omar)

Seorang perempuan Somalia yang mengungsi di dalam negeri menerima bantuan makanan selama kunjungan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher (tidak terlihat dalam foto), karena kekurangan makanan terapeutik yang menyelamatkan nyawa akibat gangguan pengiriman karena perang Iran telah memaksa klinik yang merawat anak-anak yang kekurangan gizi parah untuk menolak pasien dan membatasi persediaan di Somalia yang dilanda kekeringan, di sebuah kamp di pinggiran Mogadishu, Somalia, 28 April 2026.

Krisis ini berdampak luas, dengan hampir setengah juta anak di bawah lima tahun di Somalia mengalami kekurangan gizi akut parah. Tenaga medis memperingatkan kondisi anak-anak bisa memburuk karena terbatasnya pilihan pengobatan, termasuk susu khusus. (REUTERS/Feisal Omar)

Seorang petugas keamanan berjaga saat Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Tom Fletcher (tidak ada dalam gambar), mengunjungi kamp pengungsi internal Somalia. Kekurangan makanan terapeutik yang menyelamatkan jiwa akibat gangguan pengiriman karena perang Iran telah memaksa klinik yang merawat anak-anak yang kekurangan gizi parah untuk menolak pasien dan membatasi persediaan di Somalia yang dilanda kekeringan, di Baidoa, Somalia, 29 April 2026.

Lembaga bantuan kini berupaya mencari alternatif pasokan dari negara lain seperti Kenya. Namun, di tengah kekeringan berkepanjangan dan berkurangnya bantuan internasional, krisis kemanusiaan di Somalia semakin mendesak dan membutuhkan solusi cepat. (REUTERS/Feisal Omar)

Read Entire Article
Berita Kasus| | | |